Breaking News
Home >> Headline >> Presiden dan Kapolri Datangi Kemenhub
RESIDEN Joko Widodo mendatangi kantor Kemenhub RI terkait OTT pungli perizinan libatkan staf Kemenhub Ri, Selasa (11/10) sore.
RESIDEN Joko Widodo mendatangi kantor Kemenhub RI terkait OTT pungli perizinan libatkan staf Kemenhub Ri, Selasa (11/10) sore.

Presiden dan Kapolri Datangi Kemenhub

Enam Orang Diciduk Pelaku OTT Pungli Perizinan

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mendatangi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Kedatangannya disusul Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian. Kedatangan Jokowi dan Tito terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Kemenhub. Pegawai Kemenhub diduga ditangkap karena tindakan pungutan liar (Pungli).
Presiden Joko Widodo yang baru saja meluncurkan Operasi Pemberantasan Pungli (OPP). Namun baru saja OPP itu diluncurkan, sudah ada penangkapan. “Baru saja (OPP diluncurkan), sudah kejadian seperti ini (OTT pungli di Kemenhub),” kata Jokowi di kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta, Selasa (11/10).
Terkait OTT yang merupakan kerja Kemenhub dan Polri ini, Jokowi bahkan sudah memerintahkan Menteri PAN-RB Asman Abnur untuk langsung memecat pihak-pihak yang diduga terlibat. “Saya perintahkan Menpan, tangkap dan langsung pecat,” tegas Jokowi. Jokowi juga menegaskan seluruh kementerian atau lembaga agar menghentikan praktik pungli. “Saya perlu peringatkan seluruh lembaga, seluruh instansi mulai sekarang, setop pungli. Hentikan pungli, terutama terkait pelayanan ke masyarakat. Setop, hentikan,” tegas Jokowi.
Pegawai Kemenhub tersebut ditangkap Polda Metro Jaya. Tito mengatakan, anggotanya memeriksa lantai VI dan XII ihwal operasi tersebut. “Saya sekarang mau ke atas untuk sejauh mana,” kata Tito di Kemenhub, Jakarta, kemarin.
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M Iriawan pun tampak di Kemenhub. Dia sedang bertemu dengan Sekretaris Jenderal Kemenhub Sugihardjo. Keduanya bungkam saat ditanya mengenai dugaan tangkap tangan tersebut. Mereka kemudian memasuki salah satu ruangan di gedung Karya Kemenhub disusul Presiden dan Kapolri.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono mengatakan, ada enam orang yang diciduk dalam OTT di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat terkait kasus Pungli pengurusan izin di Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Dari OTT ini, Satgas Gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya amankan barang bukti berupa uang tunai Rp34 juta di lantai VI dan Rp61 juta di lantai XII Kemenhub. Sedangkan dalam bentuk buku tabungan, petugas amankan sekira Rp1 miliar.
“OTT di lantai 6, ada 152 pelayanan di loket direktoran laut. Darisitu kita kembangkan ada aliran dana ke lantai 12 ke ruang Kasie, dan Kasudin,” kata Awi Setiyono di Kemenhub, kemarin.
Enam orang tersebut terdiri dari 2 PNS yang merupakan staf Kemenhub golongan II/D, Seorang dari pihak swasta dan tiga orang tenaga honorer. “Barang bukti Rp34 juta lantai VI langsung dari tangan petugas dan calo. Lantai XII ada Rp61 juta tunai, dan tabungan Rp1 Miliar,” sambungnya.
Lanjut dikatakan, “Uang mengalir ke Kasie dan Kasudin. Inisial AR, AD, D, T, N dan M. Uang yang kita tangkap tertulis uang untuk siapa, untuk siapa,” tambah Awi. Menurutnya, OTT kali ini hasil penelusuran selama sebulan satgas hasil laporan dari masyarakat. “Ada PT KSM 4 urus izin buku pelaut, PT SBI Kelautan urus stempel buku, dan pelaut ada 35 siswa harusnya selesai online,” pungkasnya. (tem/okz/lip)