Breaking News
Home >> Berau - Kubar >> Proses Panjang RSUD Abdul Rivai Beri Rekam Medik Pasien

Proses Panjang RSUD Abdul Rivai Beri Rekam Medik Pasien

TANJUNG REDEB – Memasuki hari ke-23 pascameninggalnya seorang pasien perempuan, yang juga istri dari M Ihsan Rafi, salah seorang warga Berau, rekam medik yang diminta Ihsan tak kunjung diberikan. Dinas Kesehatan Berau tidak mau berkomentar. Sementara manajemen RSUD Abdul Rivai, kembali memastikan tidak akan menahan rekam medik pasien bersangkutan.
“Saya tidak ada hak untuk menjawab soal itu (wajib tidaknya rumah sakit memberikan rekam medik). Silakan konfirmasi langsung kepada pihak RSUD Abdul Rivai,” kata Kepala Dinas Kesehatan Berau, Totoh Hermanto, Kamis (24/11).
Pelaksana Tugas Direktur RSUD Abdul Rivai Nurmin Baso mengatakan, rekam medik bukan milik rumah sakit, dan bisa difotokopi. Nurmin menggarisbawahi, terdapat perbedaan antara rekam medik dan resume medis. Resume medis merupakan kesimpulan dari perjalanan sakit pasien, dan memang menjadi hak pasien. Selama ini, klaim Nurmin, ketika pasien pulang, keduanya selalu diberikan.
“Kami tidak pernah menahan apapun dari pasien, terkait resume medis. Memang selalu kami berikan,” klaimnya.
Nurmin juga tidak menampik, sebagaimana diatur dalam Undang-undang No 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran, rekam medik menjadi hak pasien dan keluarganya. Sementara terkait isi rekam medik, juga telah diatur dalam pasal 12 ayat 2 dan 3, Permenkes Nomor 269 Menkesker/III/VI.
“Setelah di lakukan audit, akan diberikan kepada keluarga pasien Kapan itu, saya tidak bisa memastikan. Tapi saat ini tim audit sedang bekerja, dan jadwal kami juga sangat padat. Namun tim audit kami minta untuk segera menyelesaikannya,” lanjutnya.
Disinggung mengenai apakah tim audit ini baru dibentuk akibat adanya keluarga pasien yang meminta rekam medis, Nurmin menampiknya. Menurut dia, tim audit sejatinya sudah lama dibentuk. Nmun demikian, pihak rumah sakit juga akan melakukan akreditasi.
“Tim audit telah lama dibentuk, bukan karena ada keluarga pasien yang meminta,” pungkasnya.
Namun demikian, dari penjelasan Nurmin, hingga saat ini M Ihsan Rafi, tidak kunjung mendapatkan resume medik dan rekam medik sebagaimana yang diklaim Nurmin, diberikan saat pasien pulang. Perlu waktu berpuluh hari bagi Ihsan, untuk mendapatkan rekam medik dari rumah sakit untuk tahu penyakit istrinya, meski istrinya sendiri telah meninggal dunia. (mh216)