Protes Pencoretan, PSSI Caretaker Kaltim ke Senayan
SAMARINDA - PSSI caretaker Kaltim bentukan Djohar Arifin memprotes beredarnya kabar pencoretan mereka sebagai voters atau pemilik hak suara pada Kongres Luar Biasa PSSI 17 Maret nanti. Sekretaris Umum PSSI Kaltim Hasan mendatangi sekretariat PSSI dan diketahui keputusan pencoretan oleh PSSI belum final. “Saya bersama 17 pengprov dan 4 klub sekarang di PSSI Senayan, PSSI belum gelar rapat pimpinan soal voter kongres nanti, berita yang bereda bohong besar,” kata Hasan Kamis (7/3) kemarin.
Dia menilai berita soal tim verifikasi voter kongres dari PSSI tidak benar. Menurut Hasan, berita itu disebarluaskan oleh La Nyalla Mattalitti, exco PSSI. Padahal kata Hasan keputusan itu harus melalui rapat pimpinan PSSI. “Saya bertemu ketua tim verifikasi Agus Jasmin dan Sekjen PSSI Hadiyandra, mereka bilang keputusannya baru tiga hari kedepan,” kata Hasan.
Ia meminta La Nyalla Mattalitti tidak membuat suasana kisruh dengan mengeluarkan pernyataan yang tidak resmi. Hasan menuturkan kedatangannya ke Sekrtariat PSSI di Senayan Jakarta untuk memastikan berita yang beredar di media soal penetapan voters kongres. Salah satunya PSSI Kaltim yang diberitakan dikembalikan pada pengurus yang lama dibawah pimpinan Achmad Amins.
Sementara PSSI Kaltim caretaker pimpinan Viktor Yuan dan Sekum Hasan bentukan Djohar Arifin berdasarkan SK PSSI tidak lagi sebagai voters. “Tujuan kami untuk memperjelas kabar yang terlanjur beredar,” kata Hasan.
Secara terpisah, Sekretaris Umum PSSI Kaltim, Budhi Iriawan menilai keptusan tim verifikasi yang mensahkannya menjadi voter sudah sesuai dengan amanat FIFA. Menurut dia sebagai peserta kongres Solo, PSSI Kaltim sudah sepatutnya mendapatkan itu. “Kami sudah optimis sebelumnya kami (pengurus lama) menjadi voter, bukan PSSI caretaker,” kata dia.
Budhi mengaku telah menerima kabar baik itu. Bahkan undangan sebagai peserta kongres luar biasa 17 Maret nanti sudah dia ketahui. (fir)





