Breaking News
Home >> Bontang - Kutim >> Proyek Dihentikan Portal Bambu
WAKIL Bupati Kasmidi Bulang bersama jajarannya saat meninjau lokasi pembangunan pelabuhan kenyamukan, yang digadang masuk jalur tol laut, sebagaimana proyek skala nasional Presiden Joko Widodo.
WAKIL Bupati Kasmidi Bulang bersama jajarannya saat meninjau lokasi pembangunan pelabuhan kenyamukan, yang digadang masuk jalur tol laut, sebagaimana proyek skala nasional Presiden Joko Widodo.

Proyek Dihentikan Portal Bambu

Mimpi Kutim Punya Pelabuhan Skala Nasional Terancam Buyar

SANGATTA – Upaya Pemkab Kutai Timur untuk mempercepat penyelesaian pembangunan pelabuhan Kenyamukan Sangatta agar bisa dioperasikan pada bulan Mei 2017 mendatang sebagai pelabuhan laut yang dilalui jalur tol laut, bakal terganjal.
Dari hasil peninjauan lapangan Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang, Selasa (18/10), akses masuk pelabuhan Kenyamukan, ditutup sekelompok warga, yang memasang portal dari bahan bambu.
“Penutupan jalan masuk ke pelabuhan Kenyamukan itu, disebabkan adanya saling klaim antara warga yang mengaku punya hak atas lahan itu,” kata Kasmidi, kepada wartawan, Rabu (19/10).
Menurut Kasmidi, Pemkab sudah memanggil kedua belah pihak, duduk bersama mencari solusi, agar persoalan sengketa lahan bisa diselesaikan, hingga juga bisa merampungkan jalan pendekat ke pelabuhan itu.
“Walaupun lahan yang menjadi bahan sengketa tersebut luasannya tidak seberapa, tapi karena berada di pintu masuk jalan menuju pelabuhan, maka baik pekerja, alat berat hingga bahan bangunan yang digunakan untuk menyelesaiakan pelabuhan serta jalan masuk ke pelabuhan tersebut tidak bisa masuk ke lokasi pelabuhan. Otomatis pekerjaan jalan dan pelabuhan Kenyamukan harus terhenti,”jelasnya.
Lanjutnya, jangan sampai hanya karena permasalahan atau kepentingan orang per orang akhirnya mengorbankan kepentingan masyarakat banyak. Apalagi, pelabuhan kenyamukan merupakan salah satu aset penting milik pemerintah Kutim yang nantinya memberikan pemasukan besar dan berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian masyarakat Kutim.
Sehingga peluang besar pelabuhan Kenyamukan menjadi pelabuhan berskala nasional, jangan sampai hilang begitu saja akibat persoalan itu. “Terlebih akibat permasalahan sengketa lahan tersebut, kita tidak bisa melunasi pembayaran pembebasan lahan yang digunakan sebagai jalur masuk ke pelabuhan kenyamukan,” terangnya.(sab)