Proyek IPA Miliaran Minim Manfaat Bagi Publik

0
1
BANGUNAN IPA di kampung Tanjung Batu bernilai miliaran, dipenuhi rumput, tidak terurus dan mangkrak

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah mewanti-wanti instalasi pengolahan air bersih (IPA) di kampung Tanjung Batu, yang saat ini masih ditangani pemerintah kecamatan, harus diserahkan ke PDAM Tirta Segah, sebagai intansi teknis agar bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Mengingat IPA dibangun dengan dana miliaran rupiah.
“Harus diserahkan lah ke ahlinya, jangan kita pertahankan ego sektoral saja. Saya tegaskan DPRD mendorong agar PDAM bisa mengelola IPA di sana,” kata Syarifatul, kemarin.
Anggota DPRD Jasmine Hambali juga menambahkan, mangkraknya IPA Tanjung Batu ini bakal menjadi kerugian besar dalam menunjang potensi wisata yang ada di sana. Seperti yang diketahui, Kampung Tanjung Batu merupakan pintu gerbang bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke sejumlah objek wisata bahari, Derawan dan Maratua.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Berau Taupan Madjid menjelaskan bahwa peyerahan IPA ini harus melalui mekanisme. Setelah dikerjakan kontraktor kemudian diserahkan ke PU, kemudian dilanjutkan ke Bupati dan terakhir PDAM. Tapi selama ini, pengerjaan IPA ini tidak sepenuhnya langsung tuntas, mengingat anggaran yang masuk bersumber dari APBN, APBD Provinsi dan Kabupaten.
“Jadi dana yang masuk itu bertahap. Tahun ini bangun pipa kemudian tahun depan lanjut lagi, ini lah yang sebabkan tidak tuntas. Karena ada jeda ini juga yang membuat instalasi rusak, sehingga tidak sempat kita serahkan sudah rusak. Harusnya seperti IPA di Talisayan, dana itu masuk Rp25 miliar, jadi langsung selesai,” jelasnya.
“Kalau dari kita kan memberikan bimbingan 6 bulan saja, setelah itu dikelola sepenuhnya ke masyarakat karena kita hanya membangun fisik saja. Di sini lah juga masalah, karena mereka tidak ada lagi yang mendampingi hingga akhirnya tidak berjalan. Harusnya diserahkan saja ke PDAM,” pungkasnya.
Sebelumnya, IPA di Kampung Tanjung Batu hingga kini belum difungsikan. Penyaluran air bersih di IPA ini pun sempat masuk ke rumah masyarakat pada saat pelaksanaan PON Kaltim di 2008 lalu. Setelah berakhir PON, air tidak lagi mengalir. (sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here