Breaking News
Home >> Bontang - Kutim >> Proyek Perpustakaan Induk Terancam Batal
PERPUSTAKAAN: Kutai Timur kini semakin serius meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Salah satunya adalah dengan memperkaya dan meningkatkan fasilitas perpustakaan

Proyek Perpustakaan Induk Terancam Batal

SANGATTA – Dampak krisis keuangan yang terjadi saat ini tak hanya menyebabkan terjadinya pemangkasan anggaran di tingkat kabupaten, namun ternyata juga berimbas pada terhentinya kucuran anggaran dari pemerintah provinsi kepada pemerintah kabupaten.
Salah satu dampak akibat terhentinya kucuran anggaran dari Pemprov Kaltim tersebut seperti yang kini dialami Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Kutai Timur (Kutim). Rencana instansi ini untuk membangun perpustakaan induk di Kutai Timur terpaksa batal. Sebab, anggaran pembangunan perpustakaan yang akan didanai oleh Pemprov Kaltim batal dikucurkan akibat defisit anggaran.
“Rencana pembangunan perpustakaan induk di Kutim tahun ini terpaksa batal direalisasikan. Hal ini karena anggaran pembangunan yang akan didanai oleh Pemprov Kaltim batal dikucurkan akibat defisit anggaran,“ kata Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kutai Timur Budi Santoso, kemarin.
Padahal sebelumnya, kata dia, pengajuan anggaran pembangunan perpustakaan yang akan menelan dana sebesar Rp 47 miliar tersebut telah disetujui gubernur Kaltim dan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Provinsi (TAPP) Kaltim, yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Prov Kaltim. Sementara, lahan seluas 2 ( dua) hektar yang berada di kawasan AW Syahrani (ex. Pendidikan), yang digadang-gadang sebagai tempat berdirinya perpustakaan induk ini nantinya, telah siap.
Meski demikian, dirinya belum berani memastikan apakah bantuan anggaran pembangunan perpustakaan induk dari pemerintah provinsi tersebut akan direalisasikan tahun depan atau batal sama sekali.
“Rencana pembangunan perpustakaan yang kini tertunda diharapkan bisa dibangun tahun depan pun, juga belum bisa dipastikan,”terangnya (sab)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*