Breaking News
Home >> Politik >> PSI Cari Seribu Dukungan di Setiap Daerah

PSI Cari Seribu Dukungan di Setiap Daerah

TARAKAN – Setelah lolos verifikasi dari Kementerian Hukum dan HAM sebagai Partai Politik (Parpol) yang berbadan hukum pada 7 Oktober lalu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) langsung bergerak untuk mencari dukungan di setiap kabupaten dan kota. Hal ini dilakukan sebagai syarat dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menjadi salah satu parpol peserta Pemilu 2019 mendatang.
“Untuk menjadi peserta Pemilihan Umum 2019 nanti, masih ada verifikasi lagi di KPU supaya lolos sebagai parpol peserta Pemilu 2019, yaitu mencari minimal 1.000 dukungan di setiap kabupaten dan kota. Insya Allah target ini bisa kita penuhi, sehingga lolos verifikasi KPU, karena ini lebih ringan daripada melengkapi syarat dari Kementerian Hukum dan HAM,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat PSI, Danik Eka Rahmanintys, dalam jumpa pers di Tarakan, Minggu (9/10).
Dengan dipelopori oleh politikus baru dan muda, PSI yakin bakal bisa menjadi peserta Pemilu 2019 dan menargetkan menang. Hal ini dikarenakan potensi anak muda yang tak kenal menyerah dalam memperjuangkan kesejahteraan bersama.
“Targetnya menang pemilu. Kita optimistis karena anak muda itu besar konsistensinya, yang namanya gerakan harus fokus untuk menggarap cita-cita itu. Makanya kita optimistis 2019 mendatang kita lolos verifikasi KPU dan ikut berlaga dengan partai besar lainya,” urainya.
Disinggung mengenai dukungan PSI kepada salah satu bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Tarakan yang akan bertarung di Pilwali 2018 mendatang, Danik belum bisa memastikan, apalagi sebagai partai baru PSI belum memiliki kursi di DPRD.
“Secara institusi PSI belum bisa mendukung calon kepala daerah, tetapi kalau ada figur yang bagus dan sesuai dengan visi misi PSI kenapa tidak kita dorong. Namun secara institusi belum bisa. Tetapi setelah 2019 kita sudah ikut pemilu, maka dukungan bisa kita berikan secara maksimal,” ungkapnya.
Dalam keanggotaan, PSI tidak memandang usia, agama, suku maupun golongan. Tetapi untuk struktur kepengurusan memang didominasi oleh anak muda yang tentunya masih miskin pengalaman, “Kita sadar bahwa diri ini masih bodoh dalam berpolitik, kita masih ingusan jadi dari DPP akan menyiapkan meteri untuk upgrade pengetahuan kawan-kawan untuk menjadi leadership, dan bagaimana mengelola menjemen kepe-mimpinan. Itu adalah PR kami.”
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Kalimantan Utara, Ilham mengatakan, selama berjalan dua tahun terakhir pihaknya menggunakan media sosial untuk kampanye dan mempromosikan PSI di kalangan anak muda. Sedangkan untuk mengumpulkan dukungan sebagai pesyaratan Pemilu 2019 mendatang, pihaknya melakukan cara pendekatan kekeluargaan.
“Jadi pengurus kita yang memiliki keluarga kita upayakan untuk mendapatkan dukungannya, setelah itu kita juga melakukan dengan cara door to door. Kita akan melengkapi 1.000 dukungan setiap kabupaten dan kota yang ada di Kaltara. Mudah-mudahan dalam dua bulan kedepan syarat itu sudah bisa terpenuhi,” bebernya.
Setiap tiga bulan sekali, DPW PSI Kaltara melakukan rapat kerja yang disebut sebagai kopi darat. Pada saat kopi darat ini pengumpulan dukungan selalu dilakukan penghitungan. Selain itu, juga melakukan konsolidasi untuk penguatan partai.
“Dalam kopi darat kita bertemu dengan pengurus kecamatan dan mengumpulkan dukungan, karena selama ini kita belum punya seragam dan identitas, maka belum bisa maksimal. Tetapi setelah kita memiliki seragam dan identitas kita akan kembali melakukan door to door sebagai langkah pencarian dukungan. Dalam waktu satu sampai dua bulan ke depan Insya Allah dukungan itu akan kita dapatkan,” ucapnya.
Struktur PSI di Kalimantan Utara telah terbentuk, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Saat ini juga terus melakukan upaya penguatan struktur parpol maupun keanggotaan. (yan)