Home >> Hukum & Kriminal >> Puluhan ABG Keroyok Dua Pemuda
TERLUKA : Rohmat (kiri) dan Hermawan (kanan) menunjukan luka bekas penganiayaan akibat dikeroyok puluhan ABG.
TERLUKA : Rohmat (kiri) dan Hermawan (kanan) menunjukan luka bekas penganiayaan akibat dikeroyok puluhan ABG.

Puluhan ABG Keroyok Dua Pemuda

Para Pelaku Membawa Badik dan Batu

BALIKPAPAN – Diduga mabuk lem dan miras oplosan seorang anak di bawah umur berinisial AL (16) warga Balikpapan Tengah nekat melakukan penganiayaan. Akibatnya dua korban bernama Hermawan (30) dan Rohmat (24) mengalami luka tikaman. Beruntung kedua korban tidak mengalami luka serius.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (26/11) malam sekira pukul 21.00 Wita ketika itu Rohmat tengah melintas di Jalan Asoka RT 54 Balikpapan Tengah dan mendapati puluhan anak di bawah umur lagi ngelem dan minum minuman keras jenis oplosan. “Saya lewat lalu didatangi gerombolan anak-anak itu ditanyai apa kamu lihat-lihat. Habis negur saya, dia (AL,Red) pergi dan mendatangi saya lagi tahu-tahu ditikam pakai badik di bagian perut kiri. Saya terjatuh lalu dihantam punggung saya pakai balok dan ditikam sekali,” ujar Rohmat saat melapor ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Balikpapan Senin (28/11).
Dia mengaku di gang tersebut sudah ada puluhan anak di bawah umur yang memegang batu. “Di gang itu anak-anak sudah pada siap batu semua Mas, saya ditolongi sama warga setempat,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Hermawan yang juga mengalami luka tikaman di perut dan sayatan di bagian tangan.”Saya gak tahu apa-apa juga jadi sasaran, saya sempat ngelawan tapi mereka banyak sekali mungkin ada 30-an orang,”tuturnya.
Hermawan mengakui tidak jauh dari rumahnya ada sebuah ruamah kosong yang dijadikan tempat berkumpul anak-anak tersebut. “Biasanya mereka nongkrongnya di kuburan Muslim dekat SMK Pangeran tapi kadang dia juga ngumpul di dekat rumah saya ada rumah kosong. Mereka biasa ngelem karena biasa banyak kaleng lem berserakan,” bebernya.
Dia menuturkan kendati menjadi korban penganiayaan dan sudah ditangani kepolisian namun memilih untuk melakukan diversi. “Saya ikhlas saja, dia masih di bawah umur lagian hukumannya jika saya lanjutkan sangat ringan jadi saya damai saja melalui diversi,” aku Hermawan.
Walaupun demikian Rohmat meminta untuk diganti biaya pengobatan kepada orang tua anak berhadapan hukum (ABH). “Saya di sini baru dua minggu kerja di proyek bangunan, saya ikhlas saja gak lanjut proses hukum yang penting biaya pengobatan saya diganti saya sudah habis Rp 600 ribu,”katanya sembari menunjukan luka tikaman.(yud)