Ramadi Perlu Bantuan Dana Pengobatan


korankaltim
korankaltim
2016-10-10 05:00:28
TANJUNG REDEB - Ramadi, remaja berusia 19 tahun, menghabiskan hari demi hari hanya terbaring lemah tak berdaya di atas tempat tidur rumahnya Kampung Trans Tanjung Prangat, Rt III, Jalur I kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau. Ramadi di diagnosa mengalami asam urat oleh Kepala Perawat Puskesmas setempat.

Orangtua Ramadi tidak berani memeriksakan kondisi anaknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai Tanjung Redeb lantaran tidak memiliki uang untuk membayar biaya pengobatan. Pekerjaan orangtua Ramadi hanyalah seorang petani.

Ibu Ramadi, Hitmapina Panggabean yang ditemui media ini pada akhir pekan lalu mengatakan selama ini Ramadi hanya mengkonsumsi obat yang dibeli orangtuanya pada apotek terdekat. Tapi semangat Ramadi tidak luntur meski harus memakan obat tersebut sehari 2 kali, namun hingga kini belum ada perubahan.

"Beberapa waktu lalu ada sekelom-pok mahasiswa datang kemari, untuk menjenguk Ramadi dan juga akan melakukan penggalangan dana bagi Ramadi," ucap Hotmapina.

Ramadi yang banyak meng-habiskan waktunya hanya dengan berbaring tentu membuat Hotmapina tidak tega melihat kondisi anaknya tersebut, ia juga ingin anaknya sehat kembali dan bisa beraktivitas diluar rumah seperti dulu.

"Saya cuma ingin anak saya sembuh, agar bisa beraktivitas seperti dulu," ujarnya. Hotmapina mengaku bahwa, ayah Ramadi harus membelikan obat setiap 5 hari sekali dengan harga obatencapai Rp 30 ribu. Tentu dengan jumalh segitu berat bagi mereka.

"Walaupun belum ada perubahan selama minum obat beberapa bulan ini, tetapi Ramadi tetap mengkonsumsi obat tersebut. obat tersebut diminum pada pagi dan sore hari. Dengan harapan ada peningkatan kondisi kesehatannya,” jelasnya.

Hotmapina berharap ada pihak yang mau membantu biaya pengobatan anaknya yang sudah beberapa bulan ini hanya berdiam diri tanpa bisa melakukan aktifitas seperti remaja seusianya.

"Saya berharap anak saya bisa sembuh seperti dulu sehingga bisa beraktifitas seperti biasanya, saya tidak tega melihat anak saya beberapa bulan belakangan, hanya bisa berdiam di dalam rumah saja. Harapan saya ada pihak yang mau membantu pengo-batan anak kami,” pungkasnya menitikkan air mata. (mh216)

loading...

baca LAINNYA