Breaking News
Home >> Berau - Kubar >> Ramai-ramai Perbaiki Unit 3 PLTU Lati

Ramai-ramai Perbaiki Unit 3 PLTU Lati

Batas Waktu Perbaikan Mesin 25 November 2016

TANJUNG REDEB – Perbaikan unit 3 di PLTU Lati saat ini terus dikerjakan untuk mengejar batas waktu sampai tanggal 25 November 2016 mendatang. Bahkan untuk menyelesaikan pekerjaan agar tepat waktu, PLTU Lati menambah pekerja dalam kegiatan perbaikan itu.
Disampaikan Supervisi PLTU Lati Nurwahyudi, dalam pengerjaan kerusakan mesin 3 yang berkapasitas 1×7 megawatt ini, pihaknya terpaksa menambah para pekerja lagi. Mengingat kerusakan mesin yang cukup parah serta waktu yang memang kian mendekati batas akhir.
“Kalau biasanya dari outsourcing itu ada 30 orang dan dibagi dalam beberapa grup. Tapi ini kita turunkan untuk mengerjakan satu mesin saja, ditambah beberapa pegawai kita. Jadi dikeroyok lah biar semakin cepat selesai. Saat ini progres keseluruhan mencapai 80 persen, tinggal menunggu pemasangan beberapa onderdil lagi. Setelah itu penyelesaian akhir dan jalankan mesin,” jelasnya.
Wakil Bupati Agus Tantomo pun meninjau sendiri ke lokasi perbaikan di PLTU Lati, didampingi Direktur Indo Pusaka Berau (IPB) Najamuddin serta Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Mappasikra Mappaseleng. Agus melihat perkembangan mesin yang sedang dikerjakan ini. “Jadi kita lihat perkembangannya sudah sangat bagus, perbaikan tinggal menunggu waktu saja selesai. Kita harap ini dapat sesuai dengan target,” kata dia usai kunjungan, Minggu (20/11).
Namun ia menegaskan, penyelesaian unit 3 ini hanya solusi jangka pendek pemenuhan listrik kepada masyarakat. Mengingat, dua unit lainnya juga sedang dalam perbaikan. Saat ini, dengan rusaknya mesin 3, membuat beban kerja dari unit 1 dan 2 menjadi sangat berat.
“Jangan sampai kita korbankan masyarakat dengan pemadaman lagi, jadi tetap kita jalankan dua mesin ini meskipun sedang tidak sehat. Kemungkinan kalau unit 3 ini selesai akan dilanjutkan pemeliharaan lagi di unit 2 pada bulan Februari nanti. Dan kondisinya akan sama seperti sekarang, jadi pada saat itu terjadi PLN harus punya cadangan daya yang cukup,” tegasnya.
Ditambahkan Direktur IPB Najamuddin, kerusakan di unit 3 ini akibat kerja mesin yang dipaksakan. Padahal, pada saat September lalu, mesin unit 3 masuk dalam waktu pemeliharaan. Namun karena bersamaan dengan pelaksanaan Berau Expo, pemeliharaan tersebut terpaksa ditunda. “Jadi mesin 3 ini sangat rentan, diperparah dengan terlambatnya perawatan sehingga membuat kerusakan semakin parah,” demikian Najamuddin. (sam)