Ratusan Buruh Sawit PT ARI Tuntut Hak

0
1
MES buruh PT ARI di di Muara Kelawit, Kubar jauh dari kesan laik. Hal itu memicu ratusan buruh menuntut hak ke perusahaan, Kamis (6/10).

Hak Diberikan Tak Sesuai UU Tenaga Kerja

SENDAWAR – Sekitar 200 karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit milik PT Aneka Reksa International (Indo Gunta Samba Group) yang beroperasi di kawasan Kampung Muara Kelawit, Kecamatan Siluq Ngurai, Kutai Barat (Kubar) mengadu ke DPC Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Kubar.
Mereka buka fakta sejak awal pembukaan lahan, hingga kini perusahaan sawit telah produksi, tapi buruh tak mendapat hak sesuai UU Tenaga Kerja. Diantaranya, upah hingga jaminan kesehatan, keselamatan dan status tenaga kerja. “Saat ini, PT ARI sudah produksi berulang kali, karena sawit sudah berbuah. Tapi, status ratusan pekerja masih sebagai buruh harian lepas, tak ada peningkatan,” papar Ketua DPC SBSI Kubar, Dalmansius Nerus kepada Koran Kaltim, Kamis (6/10) di Sendawar. Dia paparkan, sekitar 200 karyawan itu nasibnya terlunta-lunta. Sepekan hanya diberi waktu 4 hari bekerja di perusahaan sawit itu. Bahkan, ratusan karyawan tersebut menempati mes atau rumah tinggal karyawan perusahaan yang jauh dari kesan laik. Seperti ruang mandi, cuci dan kakus (MCK), air bersih dikonsumsi karyawan tak layak.
“Sejak bekerja beberapa tahun lalu diperusahaan itu, karyawan hanya diminta fotokopi KTP, tanpa secarik kertas sebagai jaminan hukum bagi tenaga kerja. Status tenaga kerja mereka tak jelas. Tak ada jaminan kesehatan dan keselamatan kerja dari PT ARI. Itu terjadi hingga kini, meski sudah berulang kali berganti manajemen,” jelasnya.
Tak hanya itu, SBSI Kubar sudah tembuskan kondisi ini ke Pemkab Kubar melalui Disnaker dan DPRD Kukar. Jika dalam waktu dekat tak ada reaksi dari perusahaan perbaiki kondisi bagi karyawannya, maka segera disampaikan ke provinsi dan pusat untuk tinjauan izin operasinya.
Sementara itu, Kepala Kampung Muara Kelawit, Adi Wardana dikonfirmasi kemarin, mengaku belum tahu secara jelas kondisi perusahaan yang berada di kampungnya. Tapi, dia tidak mengelak bahwa selama beroperasi di wilayah itu, PT ARI tak transparan dalam kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR) dan Community Development (Comdev).
“Kampung Muara Kelawit di Ring I. Masalah tenaga kerjanya saya tidak tahu persis. Kalau CSR dan Comdev selama ini kurang transparan. Itu kewajiban utama ke kampung terdekat,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Tenaga Kerja Kubar dan manajemen PT ARI belum berhasil dikonfirmasi. Bagian Humas perusahaan itu, Erwin berulang kali dihubungi Koran Kaltim melalui telepon selular, tapi telepon bersangkutan tidak aktif. Tiga kampung pemilik HGU di ring I tersebar di Muara Kelawit, Bentas dan Betung. (imr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here