Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
Ratusan Tukik Dilepasliarkan ke Laut

Ratusan Tukik Dilepasliarkan ke Laut


korankaltim
korankaltim
2016-10-10 05:30:13
Upaya Warga Lestarikan Habitat Penyu Hijau



TANJUNG REDEB - Keindahan Pulau Derawan belum lengkap jika tak melihat penyu yang berenang bebas di jembatan dermaga di Kecamatan Derawan, Berau. Karena, momentum itu yang membuat wisatawan kerap kali kecewa. Hal ini disadari warga sekitar, sehingga mereka bahu membahu melestarikan habitat penyu hijau yang kini terbilang langka. Hal itu dilakukan untuk melestarikan jumlah penyu hijau, karena tahun 1980 silam, sebanyak 40 ekor penyu hijau naik ke darat untuk bertelur.

Apak, warga Pulau Derawan yang ikut membantu pelestarian penyu hijau mengungkapkan, saat ini penyu yang bertelur hanya 1 hingga 2 ekor dalam sepekan, dan selepas mereka bertelur, warga sekitar menjaga agar tak dicuri.

“Setiap malam kami patroli, supaya telur penyu tak di curi. Kami berupaya agar telur hingga menetas,” ujar Apak, Sabtu (8/10) pukul 00.30 dinihari.

Pada kesempatan itu, awak Koran Kaltim diajak melepasliarkan 150 ekor tukik di tepi Pantai Pulau Derawan. Disebut Apak, proses pengeraman telur penyu berlangsung sebulan hingga 1,5 bulan. Setelah itu, tukik berusia 24 jam langsung dilepaskan ke laut. “Memang, tukik sangat rentan dengan predator. Tapi, ini salah satu langkah kami agar mereka tetap hidup dan berkembang biak. Lihat saja penyu hijau saat ini mulai punah dan jarang ditemui, dengan melepaskan tukik ke alam bebas dan berharap bisa bertahan hidup,” lanjutnya.

Tukik yang dipelihara manusia cenderung bersifat bodoh atau manja. Jika berusia 6 bulan, kemudian dilepasliarkan, tukik akan kesulitan adaptasi dengan lingkungan. “Apabila dilepas umur sehari, mereka akan mandiri dan tak bodoh. Risikonya predator yang memangsa mereka,” ujarnya lagi.

Berbagai upaya mereka lakukan untuk lestarikan penyu hijau, selain melepas puluhan ekor tukik, mereka juga membuat tempat telur agar aman dari pemangsa, baik binatang maupun manusia. “Saat ini, manusia tak peduli lagi. Apakah penyu itu akan punah atau tidak mereka hanya berpikir keuntungan, imbasnya tentu berharap lebih baik, warga hanya inisiatif untuk lestarikan penyu hijau,” lanjutnya.

Apak mengungkapkan, tukik yang dilepas akan berenang di sekitar pantai saja, jika berusia 8 bulan, tukik akan berpindah tempat satu ke tempat lain. Namun, pada bulan Juni yakni lalu, pada musim kawin, secara alami akan kembali bertelur ke daratan Derawan.

“Bulan Agustus banyak penyu kembali untuk bertelur, karena musim kawin penyu pada bulan Juni hingga Juli. Saat ini, jumlah penyu yang kembali sangat sedikit, semoga pemerintah serius berantas mafia sisik dan telur penyu,” harapnya. (mh216)

loading...

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
3 weeks ago | dibaca 142 kali
img
korankaltim
korankaltim
2 months ago | dibaca 234 kali
img