Breaking News
Home >> Hukum & Kriminal >> Razia Gabungan Sasar Rental PS
Razia: Polisi memeriksa sejumlah pemuda yang tengah bermain PS di rental Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan AW Syahrani.
Razia: Polisi memeriksa sejumlah pemuda yang tengah bermain PS di rental Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan AW Syahrani.

Razia Gabungan Sasar Rental PS

SAMARINDA – Guna me-ngantisipasi teroris dan tindak kriminal lainnya, jajaran Polsekta Samarinda Utara, Kecamatan Samarinda Utara dan Koramil Samarinda Utara, mengelar razia gabungan, Minggu (28/11). Puluhan personil polisi baik berseragam dinas dan yang berpakaian sipih, bergabung dengan pegawai Kecamatan Samainda Utara dan TNI untuk me-lakukan pengecekan be-berapa tempat rental Play Station (PS). “Kita razia untuk antisipasi teroris, makanya kita periksa Kartu Tanda Penduduk (KTP) supaya identitanya kita ketahui jelas,” kata Camat Samarinda Utara Syamsu Alam, ditemui usai razia.
Tak hanya pemeriksaan KTP, petugas juga melakukan penggeledahan badan ter-hadap para penungunjung rentas PS, untuk mengantisipasi adanya barang-barang ter-larang seperti narkoba dan juga senjata tajam. “Kita geledah semua sampai ke kantong-kantong celana mereka,” ujar Syamsu.
Razia dilakukan sekitar pukul 23.00 Wita, namun beberapa pelajar kedapatan masih asik bermain PS. “Mereka yang berstatus pelajar, kita langsung suruh pulang, itu sesuai interuksi pak Walikota,” im-buhnya.
Dua lokasi rental PS yang menjadi sasaran yakni di Jalan KH Wahid Hasyim dan di Jalan AW Sjahranie. Dari pengakuan pengelola rental PS di Jalan AW Syahrani, mereka baru tutup sekitar Pukul 02.00 Wita.
Tak hanya tental PS, sebuah warung makan yang diduga juga difungsikan sebagai tempat biliar dan juga karaoke, juga di razia polisi. Ketika petugas datang, di dalam rumah makan di Jalan Padat Karya tersebut, terdapat puluhan pria yang sedang asik bernyanyi, sebagian sedang duduk ngobrol sambil me-nikmati minuman keras jenis tuak. Setelah dilakukan pe-ngecekan, ternyata tempat terbut tak memiliki izin, sehinga polisi pun melakukan pe-nutupan. “Tempat ini kami tutup sampai memiliki izin. Kalau belum berizin, tidak boleh beroperasi, kami akan awasi,”imbuh Syamsu. (dor)