Breaking News
Home >> Planet Football >> Rekor 12 Gol di Signal Iduna Park
GOL TERBESAR: Baru sembuh dari cedera, Marco Reus langsung mencetak hattrick saat kembali bersama Dortmund.
GOL TERBESAR: Baru sembuh dari cedera, Marco Reus langsung mencetak hattrick saat kembali bersama Dortmund.

Rekor 12 Gol di Signal Iduna Park

DORTMUND – Rekor jumlah gol pecah di Liga Champions musim ini dan terjadi di Signal Iduna Park, markas Borussia Dortmund saat tuan rumah menghadapi Legia Warsawa di matchday kelima Grup F Rabu (23/11) dinihari kemarin.
Karena sudah pasti lolos ke babak 16 besar, Dortmund menurunkan sejumlah pemain pelapisnya pada laga di depan pendukung sendiri. Pelatih Thomas Tuchel membuat sembilan perubahan dari starting line-up timnya yang mengalahkan Bayern Munich pada akhir pekan lalu.
Gol-gol yang tercipta di laga ini dicetak Shinji Kagawa menit 17 dan 18, Nuri Sahin menit 21, Mouse Dembele menit 29, hattrick pemain yang absen sejak Mei lalu, Marco Reus, menit 32, 52 dan 90+ serta Passlack menit 81 sementara tim tamu mencetak gol lewat Aleksandar Prijovic menit 10 dan 24, Michal Kucharczyk menit 57 dan Nemanja Nikolics menit 83. Berkat kemenangan ini, Dortmund masih memuncaki klasemen sementara Grup F dengan koleksi 13 poin dari lima laga, unggul dua poin atas Real Madrid yang berada di posisi kedua. Legia jadi juru kunci dan tak resmi tersingkir.
Dalam catatan Liga Champions, skor 8-4 dan jumlah 12 gol yang tercipta merupakan yang terbesar. Sebelumnya di musim 2008 ada Villarreal yang mengalahkan Aalborg BK 6-3 (9 gol), tahun 2005 Lyon mengalahkan Werder Bremen 7-2 (9 gol), tahun 2000 Paris Saint-Germain menang dari Rosenborg 7-2 (9 gol) dan tahun 2003 Monaco menang 8-3 (11 gol) dari Deportivo La Coruna.
Dalam catatan BBC, ada rekor-rekor lain yang tercipta pada laga ini, yaitu untuk pertama kalinya ada delapan pemain berbeda yang mencetak gol pada satu pertandingan yang sama. Torehan gol Dortmund menyamai rekor Liverpool, Monaco, dan Real Madrid. Shinji Kagawa mencetak dua gol dalam waktu cuma 76 detik. Ini adalah dua gol dengan jarak tercepat yang dicetak oleh seorang pemain dalam sejarah Liga Champions.
Kemenangan dengan skor 8-4 itu terasa tidak nyata untuk Tuchel. Di sisi lain, dia juga menyoroti lini belakang Dortmund yang rapuh. “Tampaknya belum pernah ada hal seperti ini, jadi sulit juga untuk menganalisis pertandingan ini,” ujar Tuchel seperti dikutip dari Soccerway.
“Itu tidak nyata, saya belum pernah menyaksikan yang seperti itu sebelumnya. Kami meninggalkan ruang begitu besar di pertahanan dan kami mendapat banyak masalah karenanya. Banyak kesalahan yang kami buat. Pada akhirnya, kami berhasil menang. Saya bersimpati kepada Roman Weidenfeller. Kesalahan-kesalahan yang kami buat sangat jelas, saya akan mendiskusikannya,” katanya. (lbc/mar)