Breaking News
Home >> Samarinda >> Relokasi Warga ke Handil Kopi Mundur
PALING SIBUK: Suasana di ruang Disdukcapil yang dipenuhi warga Samarinda dan warga pendatang untuk mengurus e-KTP.

Relokasi Warga ke Handil Kopi Mundur

Fasilitas Masih Belum Lengkap dan Tunggu Legal Opinion

SAMARINDA – Setelah berhasil membongkar 130 rumah di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) Jl S Parman (Ruhui Rahayu) awal pekan ini, pekerjaan rumah Pemkot Samarinda masih ada, yaitu merelokasi atau memindahkan warga yang rumahnya juga akan dibongkar di bantaran SKM Jl Lambung Mangkurat hingga Jembatan Kehewanan.
Sejatinya tugas pemkot belum sepenuhnya selesai merelokasi warga SKM Ruhui Rahayu karena sebagian masih ada yang tinggal di kawasan tersebut mengingat tempat tinggal pengganti di Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Samarinda Utara, belum siap. Lahan yang ada masih tanah kosong tanpa listrik dan kondisi tanah becek berlumpur, hal mana yang membuta posko sementara di Ruhui Rahayu belum ditinggal warga terutama yang belum memiliki tempat tinggal.
Namun molornya pemindahan warga SKM Lambung Mangkurat bakal menambah daftar tugas pemkot untuk diselesaikan. Pemkot Samarinda kembali molor memenuhi janji untuk merelokasi warga agar pindah ke 84 unit rumah yang ada di Jl Pelita 4, Kelurahan Handil Kopi, Kecamatan Sambutan, yang awalnya ditarget tahun ini kelar.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tatakota (Disciptakot) Dadang Airlangga mengatakan akhir tahun in ibaru bisa menuntaskan kelengkapan rumah di Handil Kopi tersebut. “Insya Allah akhir tahun ini fasilitas rumah sepeti listrik dan air untuk masyarakat yang akan direlokasi bisa rampung. Kami juga tidak akan merelokasi warga disana (Pelita 4) kalau tidak lengkap fasilitasnya,” ujar Dadang.
Peraturan Walikota (Perwali) mengenai relokasi warga SKM juga belum rampung karena masih menunggu legal opinion atau pendapat hukum dari kejaksaan. “Perwali juga sedang kami rancang berdasarkan saran dari kejaksaan untuk mendapatkan kepastian hukum untuk merelokasi warga. Itu dilakukan agar tidak ada lagi yang tumpang tindih antara pemilik rumah dengan yang mengontrak untuk mendapatkan haknya,” papar Dadang.
Beberapa opsi yang dimungkinkan akan diambil pemkot untuk merelokasi warga yang telah terdaftar sebagai penduduk tetap diantaranya menyediakan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) atau memberikan lahan agar warga relokasi mendapatkan jaminan hidup setelah direlokasi.
Seperti diketahui, ada 84 unit rumah disiapkan pemkot untuk warga yang rumahnya dibongkar di tepi SKM Jl Lambung Mangkurat hingga Jembatan Kehewanan.
“Setelah bantaran SKM itu bersih nantinya akan ada dukungan dana APBN untuk melakuakn pengerukan dan turapLokasi yang dipastikan bakal mendapat dukungan APBN adalah Jembatan Ruhui hingga Jembatan Gelatik serta Jembatan Kehewanan dan Lambung Mangkurat. Untuk itu tahun ini kami akan fokus menuntaskan permasalahan sosialnya yang nantinya akan diatur dalam Perwali terbaru,” pungkas Dadang. (ms315)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*