Ribuan Warga Sidrap Pilih Ikut Pilkada Bontang


korankaltim
korankaltim
2015-11-04 02:47:46
SANGATTA - Hingga kini status kependudukan warga Dusun Sidrap sepertinya tidak pernah berakhir. Ada ribuan warga yang tinggal di Desa Martadinata, Kutai Timur (Kutim) yang berbatasan langsung dengan Kota Bontang. Masalah ini selalu muncul khususnya jelang perhelatan pemilihan umum (Pemilu), termasuk Pilkada serentak permasalahan ini kembali mencuat.

Diketahui, lebih dari 2 ribu jiwa warga di Dusun Sidrap dipastikan tidak akan menggunakan hak pilihnya untuk Pilkada Kutim. Mereka sudah memilih menyalurkan hak suaranya pada Pilkada Kota Bontang, diwaktu yang bersamaan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kutim, Januar Harlian Putra Lembang Alam didampingi Kabid Pelayanan dan Kependudukan Admiransyah. Ia mengatakan permasalahan tarik-menarik starus kependudukan warga Sidrap ini sudah terjadi sejak awal pemekaran Kabupaten Kutai pada tahun 1999 lalu.

"Warga yang saat iniĀ  bermukim di Kampung Sidrap menganggap mereka masuk dalam administrasi Kota Bontang. Padahal sesuai peraturan tapal batas dan Undang-undang Nomor 24 tahun 2013 tentang kependudukan dan Undang-undang 24 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, setelah ada pemekaran wilayah otomatis mereka masuk dan berstatus penduduk Kabupaten Kutai Timur," bebernya pada Koran Kaltim Selasa (3/11).

Sesuai data tahun 2010, diketahui sudah ada 2.000 jiwa di Kampung Sidarap yang mencatatkan diri sebagai warga Kota Bontang bahkan melakukan perekaman Elektornik KTP. Angka ini dipastikan bertambah seiring berjalannya waktu dan diperkirakan kini berjumlah lebih dari 3.000 jiwa.

Pada awalnya, sesuai data Disdukcapil Kutim, hanya ada 4 RT di wilayah Sidrap dan disebut Dusun Sidrap. Namun oleh Kota Bontang, wilayah tersebut dimekarkan menjadi 7 RT dan berubah menjadi Kampung Sidrap. Namun demikian sesuai tapal batas, daerah tersebut tetap masuk dalam Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur. (ton515)

baca LAINNYA