Breaking News
Home >> Sportainment >> Rossi Kaget Mat Rempit Malaysia
MERASA HERAN: Rossi, sempat menyaksikan balapan liar di Malaysia.
MERASA HERAN: Rossi, sempat menyaksikan balapan liar di Malaysia.

Rossi Kaget Mat Rempit Malaysia

FENOMENA mat rempit atau aksi balap liar sepeda motor di negara Malaysia membuat Valentino Rossi terkejut. Juara dunia sembilan kali itu tak henti-hentinya memuji keberanian joki motor saat ugal-ugalan di jalan umum.
Dari beberapa istilah, mat rempit diartikan sebagai seorang individu yang berpartisipasi dalam balap jalanan ilegal. Menurut data, anggota mat rempit di Malaysia sudah mencapai puluhan ribu. Pebalap nekat ini biasanya melakukan aksinya pada malam hari. Tanpa perlengkapan yang memadai biasanya para joki melakukan aksi freestyle di atas motor, seperti berdiri di atas kursi dengan satu kaki selama wheelie atau dikenal dengan sebutan kalajengking.
Keberanian inilah yang membuat Rossi terpana saat berkeliling kota di Malaysia bersama mantan pebalap lokal Shahrol Yuzy. Setelah kembali dari pusat kota pada larut malam, The Doctor melihat mat rempit berkeliaran di Sungai Besi, Kuala Lumpur.
“Biasanya, setelah balapan di Sepang, Rossi akan beristirahat di Kuala Lumpur. Saat dalam perjalanan dia terkejut melihat beberapa sepeda motor ‘tanpa pengendara’, ia kemudian berkata kepada saya ‘hey Yuzy, saya melihat seorang pria terbaring di kursi sepeda?’ Luar biasa, apa itu?” tanya Rossi, saat Shahrol menceritakan pengalaman pembalap Yamaha melihat mat rempit di Malaysia seperti dikutip The Sun Daily, Kamis (24/11) kemarin.
Yuzy menjawab pertanyaan Rossi dengan berkata: “Itu hal yang biasa di sini, kami menyebutnya mat rempit. Bisakah Anda melakukannya, Valentino? Rossi menjawab tidak berani melakukan aksi tersebut baik di jalanan maupun lintasan balap. Karena itu bukan budaya keselamatan,” tutur Shahrol, seraya menirukan perkataan Rossi.
Rossi dan Shahrol diketahui sudah saling kenal sejak lama. Pertemanannya itu bermula saat pria berusia 40 tahun tersebut terjun di Kejuaraan Eropa Fédération Internationale de Motocyclisme dan Road Racing pada tahun 90-an.
Pria yang pensiun dari kejuaraan balap motor pada 2002 itu mengakui pengendara motor di Eropa dan Malaysia berbanding terbalik. Di Eropa misalnya, pengendara motor sabar menunggu lampu lalu lintas dengan berada di belakang mobil. Tapi di sini, kata dia, justru melawan arus alias pengendara motor berada di depan mobil. Shahrol berpesan agar joki mat rempit untuk menghentikan hobinya tersebut dan tidak mengganggu pengguna jalan yang lain. “Bikers di sini harus menghargai keselamatan,” tutup Shahrol. (cnc/mar)