Breaking News
Home >> Internasional >> Rusia Tangkis Tuduhan Racuni Diplomat AS
opening

Rusia Tangkis Tuduhan Racuni Diplomat AS

Wamenlu Sergey Ryabkov Sebut Tidak Ada Bukti Konkret

MOSKOW – Pemerintah Amerika Serikat (AS) melayangkan protes kepada Kremlin setelah mengklaim dua orang diplomat juniornya diracun dengan obat bius di sebuah bar hotel di St. Petersburg. Disebutkan, peristiwa itu terjadi saat keduanya menghadiri konferensi antikorupsi PBB pada November tahun lalu. Tuduhan itu pertama kali dilaporkan oleh Radio Free Europe/Radio Liberty yang diberi penjelasan oleh pejabat pemerintah AS. Kedua diplomat itu, satu pria dan satu lagi perempuan diyakini ditargetkan secara terpisah.
Salah satu diplomat yang tidak berdaya setelah diberi ‘obat bius perkosaan’ kemudian dibawa ke klinik untuk menerima pengobatan. Namun, pejabat AS menduga tindakan itu adalah langkah untuk menutup-nutupi insiden tersebut. Saat mereka berusaha mengambil sampel darah untuk mengetahui racun apa yang dimasukkan ke dalam minuman si diplomat, listrik tiba-tiba padam sehingga sampel tidak dapat diambil. Korban kemudian diterbangkan ke negara lain untuk menjalani tes darah namun saat prosedur itu dilakukan, semua sudah terlambat. Upaya lain yang dilakukan untuk mencari pelaku juga sia-sia setelah daftar nama staf hotel yang bertugas pada waktu kejadian tiba-tiba hilang. Pihak Rusia mengatakan tidak ada bukti konkret dari tuduhan Pemerintah AS tersebut. Kedua diplomat tersebut diduga hanya mabuk karena terlalu banyak minum di bar hotel. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov menuduh klaim AS terhadap negaranya itu dilontarkan karena posisi kedua negara yang berseberangan dalam konflik Suriah. “Kementerian Luar Negeri AS sekali lagi menjadi rekaman rusak terkait intimidasi yang dituduhkan terhadap diplomat AS di negara kami,” ujarnya sebagaimana dilansir Independent, Rabu (5/10/2016). “Seperti yang kami telah tunjukkan, pernyataan itu tak ada hubungannya dengan kenyataan yang ada, dan pada dasarnya adalah upaya untuk mengalihkan perhatian dari tindakan tak pantas Washington termasuk hubungannya dengan warga Rusia,” tambahnya. Ryabkov malah balik menuduh korps diplomatik AS sebagai kedok bagi spionase dan menuding Presiden Barack Obama terus menerus melontarkan propaganda anti-Rusia. (okz)