Saling Tatap, Ardiles Bersimbah Darah


korankaltim
korankaltim
2016-10-05 05:00:58
BALIKPAPAN - Terkuak aksi pengeroyokan yang berujung penimpasan oleh kakak beradik di depan Pub Bole-Bole kawasan BP, Balikpapan Kota. Polisi menyimpulkan, pengeroyokan yang mengakibatkan Ardiles luka bacok itu hanya masalah sepele, tersinggung saat saling tatap.

Aksi yang dilakukan Mahendra (27) dan Gunawan (35) dilakukan, Selasa (27/9) dini hari lalu dengan korban Ardiles salah satu pengunjung pub.

Saat dimintai keterangan penyidik Polres Balikpapan, kedua tersangka mengatakan pengeroyokan tersebut berawal terjadi salah paham dengan korban yang diketahui bernama Ardiles.

"Saya kenal sama dia (korban) karena salah paham saja. Saat itu musik bunyinya nyaring dia natap saya sambil ketawa nyinggung saya makanya saya datangi kemudian saya berkelahi dengan dia," ujar Gunawan.

Perkelahian sempat dilerai warga sekitar yang akhirnya membuat Gunawan pilih pulang. Namun saat perjalanan pulang Gunawan bertemu dengan adiknya bernama Mahendra yang kala itu hendak pergi bekerja sebagai penjaga malam di kawasan Balikpapan Permai (BP).

Setelah bertemu lantas Gunawan menceritakan kejadian yang baru dialaminya. Tidak terima dengan apa yang dialami sang kakak, Mahendra pun mengajak Gunawan kembali menemui korban yang kala itu masih berada di depan Pub Bole-Bole.

"Saya memang setiap hari bawa parang ini, karena kerjaan saya jadi wakar di daerah BP itu, spontan saja saya langsung melayangkan parang ke arah korban," timpal Mahendra.

Satu kali timpasan yang dilayangkan langsung mendarat di pinggan korban yang membuat korban langsung tersungkur. "Setelah itu ada yang lerai dan kami di suruh pulang, makanya kami langsung pulang," ujarnya.

Kedua pelaku sempat berupaya menemui korban untuk meminta maaf atas kejadian tersebut. Dan kedua palaku akhirnya menyerahkan diri ke Polres Balikpapan.

"Kedua tersangka kooperatif, mereka tidak menghambat kami melakukan penyelidikan," terang Kasat Reskrim Polres Balikpapan AKP Kalfaris T Lalo melalui Kanit Jatanras Ipda Dian Kurniawan.

Akibat perbuatannya kedua pelaku terancam dikenakan pasal 170 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. (yud)

loading...

baca LAINNYA