Samarinda Masuk 5 Besar


korankaltim
korankaltim
2016-10-05 05:00:38
SAMARINDA – Samarinda dipastikan kembali menerima penghargaan nasional setelah masuk dalam 5 Besar sebagai kota yang memiliki komitmen tinggi dalam hal Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT). Selasa (4/10) siang kemarin, tim penilai dari Jakarta datang untuk melakukan verifikasi terhadap hal tersebut.

Penilaian dan verifikasi ini berlangsung di aula Kantor Kecamatan Sungai Pinang dan wilayah Kelurahan Bandara. Sebelumnya dilakukan penilaian antarkecamatan dan ditetapkan Kelurahan Bandara sebagai pemenang. Kemudian berlanjut ke tingkat kota Samarinda yang akhirnya menunjuk Kecamatan Sungai Pinang sebagai pemenang sampai akhirnya terpilih hingga ke level Kaltim. Karena tetap unggul dan dianggap menjadi yang terbaik se-Kaltim, Samarinda dimajukan ke tingkat nasional mewakili Benua Etam.

“Penghargaan akan diserahkan awal November mendatang tapi pola penilaian tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dari lima daerah yang masuk kategori lima besar ini, nantinya hanya akan diambil tiga terbaik yang akan diundang untuk menerima penghargaan. Sedangkan dua daerah lainnya akan tereliminasi. Lima daerah yang masuk masuk nominasi itu Samarinda, Banjarbaru (Kalimantan Selatan), Depok (Jawa Barat), Pangkal Pinang (Bangka Belitung) dan Sleman (Jogyakarta),” ujar Ketua Tim Penilai Pencegahan KDRT tingkat nasional tahun 2016, Ervina saat ditemui awak media kemarin.

Hadir dalam kegiatan kemarin Ketua TP PK Kaltim Amelia Suharni Faroek, Ketua TP PKK Samarinda Puji Setyowati Jaang, istri Ketua DPRD Samarinda Tanti Syarif, para camat dan lurah serta pengurus TP PKK kecamatan dan kelurahan se-Kota Samarinda.

Walikota Samarinda H Syaharie Jaang berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Tepian untuk masuk dalam nominasi 5 Besar. “Saya kadang miris juga menonton berita soal KDRT yang menimpa perempuan dan anak yag terjadi di sejumlah daerah. Ini harus menjadi komitmen kita bersama untuk mencegah KDRT dengan melibatkan semua unsur terkait. Alhamdulillah kita bisa masuk lima besar. Semoga bisa jadi pemenang biar lebih semangat lagi mencegah KDRT,” kata Jaang

“Harapan kami PKDRT itu bisa menjadi benteng bagi keluarga masing-masing nantinya. Karena kita tidak akan tahu ada terjadinya KDRT kalau tidak ada yang lapor ke polisi terdekat. Tentunya karena kesadaran masayakat dan mudah-mudahan ini sesuai dengan kenyataan yang ada. Kalau seandainya tidak melapor seperti pegawai yang ada karena takut ketahuan Walikota Samarinda kan itu menjadi sulit juga dalam pengungkapnya. Jangan malu melaporkan kalau terjadi KDRT,” pungkas Jaang. (man)

loading...

baca LAINNYA