Breaking News
Home >> PEMKAB_KUTAI KARTANEGARA >> Samboja Titik Awal Revolusi Jagung
REVOLUSI JAGUNG:  Wabup Kukar  Edi Damansyah didampingi TPH Sumarlan, Kadisnakwan Sukrawardy, Kepala DKPP Hardi Dwi Putra, Camat Samboja Fahmi, Kapolsek Samboja AKP Juri M  melakukan penanaman jagung secara simbolis.
REVOLUSI JAGUNG: Wabup Kukar  Edi Damansyah didampingi TPH Sumarlan, Kadisnakwan Sukrawardy, Kepala DKPP Hardi Dwi Putra, Camat Samboja Fahmi, Kapolsek Samboja AKP Juri M  melakukan penanaman jagung secara simbolis.

Samboja Titik Awal Revolusi Jagung

Pangsa Pasar Terbuka Lebar

TENGGARONG – Wakil Bupati Kutai Kartanegara melakukan penanaman jagung produksi di areal perkebunan kelapa sawit di Kelurahan Teluk Pemedas, Kecamatan Samboja, Kamis  (13/10) lalu.
Penanaman jagung produksi ini merupakan implementasi program Revolusi Jagung  yang akan dilak-sanakan Pemkab Kukar melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kukar.
Pada kesempatan itu, Edi Damansyah didampingi Kadistan TPH Sumarlan, Kadisnakwan Sukrawardy, Kepala DKPP Hardi Dwi Putra, Camat Samboja Fahmi, dan Kapolsek Samboja AKP Juri M.
Edi mengatakan kegiatan penana-man jagung ini merupakan bagian dari awal program Revolusi Jagung  di Kukar.
Edi bangga dengan Samboja karena potensi yang berkaitan dengan pertanian sudah sangat maju, bahkan dari Dirjen Peternakan sudah menetap-kan Kecamatan Samboja sebagai sentra peternakan rakyat.
“Semua ini luar biasa sehingga gerakan revolusi jagung ini  dimulai  di Kecamatan Samboja,” ujar Edi.
Pemkab Kukar mendorong jagung dan pertanian  dalam arti luas serta sektor pariwisata sebagai salah satu percepatan perekonomian masyarakat Kukar.
“Kita memilih melakukan revolusi jagung, karena kebutuhan jagung nasional  kurang lebih 13,1 juta ton per tahun, itu dibagi dua, untuk industri dan pakan mencapai 8,3 juta ton dan kebutuhan pangan 4,1 juta ton, itu data 2015-2016,  sementara untuk tahun 2016  meningkat menjadi 13,8 juta ton.  Coba kita  bayangkan betapa besarnya peluang kita  dan  untuk saat ini Indonesia masih  mengimpor 3 juta ton jagung. Itulah peluang kita, “ tutur Edi.
Sementara itu, Sumarlan mengatakan program Revolusi Jagung  merupakan dedikasi program Gerbang Raja  II dan secara nasional merupakan bagian dari program nasional kedaulatan pangan.
Jagung yang ditanam merupakan jagung berisi dua dan apabila menggu-nakan pupuk yang tepat akan menghasilkan 13 ton per hektare.  (hmp 01/ emge)