Home >> Politik >> Sarwono: Belum Ada Koalisi PKS-Gerindra

Sarwono: Belum Ada Koalisi PKS-Gerindra

Jelang Pilgub 2018

SAMARINDA – Alih alih mengunci perjodohannya dengan Gerindra, langkah PKS justru kian serius mengamati gerak langkah Golkar yang merupakan satu-satunya partai di Kaltim yang sudah dipastikan meleng-gang mulus ke pintu pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur 2018 mendatang.
Menurut Sekretris PKS Kaltim, Sarwono posisi Golkar Kaltim yang berada di garis aman mengusung calon mempengaruhi konstelasi penjajakan koalisi partai. Jika partai pemilik 13 dari 55 Kursi DPRD Kaltim tersebut memutus-kan menarik sejumlah partai masuk dalam bangunan koalisinya, maka sudah barang tentu peta pertarungan turut berubah. Ini yang menjadi salah satu pertimbangan PKS bergerak lebih jeli.
“Pemilik kursi penuh pun belum bergerak jauh. Nah, partai yang lain menunggu. Kalau pun ada sounding sana sini, itu saya pikir setengah matang saja belum,” terang Anggota DPRD Samarinda tersebut baru-baru ini.
Belakangan PKS dan Gerindra disebut mendekati kata sepakat berkolaborasi. Bahkan menilik hubungan mesra keduanya di sejumlah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) turut menguatkan sinyal bakal menduetkan masing-masing kader terbaiknya merebut kursi orang nomor sati di Bumi Etam.
Gerindra mengusung Ketuanya di Kaltim yakni Yusran Aspar, sedangkan PKS mengusung Hadi mulyadi yang tak lain merupakan Anggota Fraksi PKS DPR RI. “Belum ada arahan ke sana. Kami juga dekat dengan siapa aja kok. Kalau Golkar maju ternyata tidak sendiri, itukan mempengaruhi jumlah dukungan kursi parlemen, makanya kami saat ini belum memutuskan apa,” ungkap Sarwono.
“Pak Yusran di Gerindra baru enam kursi dan tidak bisa mengandeng hanya satu partai, karena partai yang tersisa rata-rata cuma punya empat kursi, jadi harus menggandeng dua partai,” imbuhnya.
Untuk memuluskan langkah pencalonan sepasang figur, partai ataupun koalisi sejatinya mengantongi dukungan 11 kursi di parlemen.
Golkar menjadi satu-satunya partai di Kaltim yang memenuhi syarat tersebut. Sementara tujuh partai parlemen lainnya jika tidak inngin jadi penonton, pilihan realistisnya adalah membangun koalisi.
“Kalau diklaim hanya Gerindra dengan PKS yang punya empat kursi (koalisi), ya tidak cukup. Makanya komunikasi tetap berjalan, dengan Demokrat pun masih sangat memungkinkan juga,” ujarnya.
Sebelumnya Sekretaris Gerindra Kaltim, Suterisno Toha tidak memungkiri partainya memiliki hubungan emosional dan jalinan komunikasi politik yang baik dengan PKS. Namun terkait dengan romor yang menyebut Gerindra Kaltim mengantongi surat perintah dari pimpinan pusat partai yang menghendaki kerjasama politik dengan PKS, politisi yang kerap disapa ‘ST’ ini menepeisnya.
”Sampai sekarang belum ada instruksi untuk bergandengan dengan PKS, tapi kalau silaturahmi ya semua berjalan,” tandasnya. (sof215)