Home >> Ekonomi kaltim >> Sasaran Sosialisasi Amnesti Pajak Diperluas

Sasaran Sosialisasi Amnesti Pajak Diperluas

Sejumlah Sektor Mulai Dilirik

BALIKPAPAN – Kanwil DJP Kaltimra memperluas sasaran sosialisasi amnesti pajakdengan menggelar sosialisasi di pusat perbelanjaan di Kota Balikpapan, dengan sasaran pengelola tenant, sebagaimana dilakukan belum lama ini.
Kepala Kanwil DJP Kaltimra, Samon Jaya memberikan materi sosialisasi secara langsung kepada para peserta.
Kabid P2 Humas Kanwil DJP Kaltimra M. Andi Setijo Nugroho mengatakan, kegiatan sosialisasi akan terus dilakukan, bahkan diperluas hingga Maret 2017.
“Arah sosialiasi berikutnya ke sektor perkebunan, pertambangan, restoran, termasuk juga sektor logistik, seperti jasa bongkar muat. Kami sudah hubungi instansi dan asosiasi terkait di sini dan Samarinda,” jelas Andi.
Dalam koordinasi antar instansi itu, pihaknya juga membahas pemetaan potensi pajak yang merupakan bagian dari upaya intensifikasi pajak yang telah dilakukan oleh Kanwil DJP Kaltimra sejak pertengahan tahun.
Kantor pajak akan mendata tingkat kepatuhan para pengusaha serta mengecek apakah wajib pajak telah menunaikan kewajiban pajaknya untuk kemudian dilakukan profiling dan benchmarking secara sektoral.
Upaya pemetaan akan dilakukan pada semua sektor potensial di Kaltimra. “Kami akan terus gali sektor-sektor potensial yang mungkin selama ini terlewatkan.
Pada periode II kami juga akan menyasar wajib pajak orang pribadi pengusaha yang belum ikut tax amnesty, wajib pajak UKM, penunggak pajak, dan wajib pajak baru,” tutup Andi.
Diakuinya, Kanwil DJP Kaltimra mencatat penerimaan pajak hingga 11 November terbilang lambat, yakni baru mencapai Rp13,9 triliun, setara dengan 58,28% dari target yang dipatok sebanyak Rp23,9 triliun sepanjang tahun.
Sementara, penerimaan uang tebusan hingga 11 November Rp1,3 triliun. Kantor pajak menyatakan bahwa lambannya realisasi penerimaan pajak tidak berkaitan dengan keikutsertaan para wajib pajak dalam pemberlakuan amnesti pajak.
“Dari sisi sumber daya manusia di kantor pajak memang terbatas, kami akui waktu pelaksanaan pelayanan pajak reguler pasti tersita dengan pemberlakuan amnesti pajak. Tapi kalau dari sisi kesanggupan bayar para wajib pajak, kami tidak bisa serta merta memastikan,” jelasnya.
Andi mengaku pihaknya sendiri pun terkejut dengan antusiasme wajib pajak untuk mengikuti amnesti pajak. Tanpa melakukan imbauan banyak wajib pajak yang datang dengan sendirinya untuk membayar uang tebusan. Jumlah uang tebusan pun tak sedikit.
Lebih lanjut Andi mengatakan, kontribusi terbesar dalam penerimaan pajak Kaltimra berasal dari sektor pertambangan sebesar 28,19%, disusul oleh sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 11,67%.
Kemudian sektor konstruksi sebesar 7,89%, sektor industri pengolahan 7,76% dan administrasi pemerintahan 7,20%.(bis)