Dipublish: 1 Maret 2013, 22:11

Satu Batang Singkong Gajah Hasilkan 10 Kilogram

TENGGARONG–Kebutuhan bahan baku ubi kayu atau singkong untuk mendukung industri pengola-han pangan ke depan semakin cerah. Budidaya agri industri itupun  kini semakin berkembang terutama jenis Singkong Gajah di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kukar.
Luasan lahan budidaya tanaman Singkong Gajah (manihot esculenta) di Desa Loleng Kota Bangun kini ditangani Koprerasi Serba Usaha (KSU) Nur Hikmah. Melalui KSU ini telah berhimpun anggota sedikitnya 115 peladang Singkong Gajah di atas lahan ratusan hektar.
Menurut Ketua KSU Nur Hikmah, Fatlam mengatakan masa tanam Singkong Gajah hingga panen berlangsung selama enam bulan. Setiap pohon singkong gajah mampu menghasilkan umbi singkong hingga 10 kilogram. “Kalau  singkong lokal dengan masa tanam yang sama maksimal menghasilkan tiga kilogram per batang,” ujarnya. Ditambahkannya untuk memaksi-malkan usaha budidaya singkong gajah ini maka pihaknya menerap-kan sistem kluster. Dimana setiap kluster luasan lahannya 350 hingga 600 hektar. Sedang setiap kluster memiliki anggota 150 hingga 500 peladang/petani. Fatlam yang juga pengurus Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) Kukar mengatakan syarat menjadi anggota kluster adal-ah memiliki lahan sendiri dengan status tanah hak milik. Kemudian ber-sedia dibina dan mematuhi per-aturan sesuai standar program kualitas sistem klustering argo industri minimal selama lima tahun. “Memi-liki kemauan dan keyakinan ter-hadap program Singkong Sejahtera Kukar,” katanya. Menurutnya manfaat di bawah payung manaje-men sistem kluster sangat besar diantaranya nilai tukar petani relatif tinggi dan stabil.(joe/hmp4)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger