Home >> Hukum & Kriminal >> Sebulan, 78 Orang Ditangkap karena Narkoba
JUMPA PERS : Jajaran Polresta Samarinda  menggelar press release  akhir tahun di halaman Mapolres Samarinda.
JUMPA PERS : Jajaran Polresta Samarinda menggelar press release akhir tahun di halaman Mapolres Samarinda.

Sebulan, 78 Orang Ditangkap karena Narkoba

Ungkap 59 Kasus, Barang Bukti Sabu 219,81 Gram dan 50 Ribu Pil LL

SAMARINDA – Jajaran Polresta Samarinda menggelar press release untuk membeberkan kasus hasil pengungkapan mereka selama November 2016. Konferensi pers dipimpin langsung Kapolresta Kombes Pol M Setyobudi Dwiputro, sekitar pukul 14.00 Wita.
Setyobudi menuturkan, peng-ungkapan kasus pencurian menurun karena polisi selama November disibukkan dengan berbagai kegiatan. “Terus terang kita akui pengungkapan judi dan empat C (Curanmor, Curas, Curat dan Cubis) bulan ini agak menurun karena banyak kegiatan dari operasi kepolisian sehingga tugas utama atau tugas pokok belum terlaksana dengan maksimal,” kata Setyobudi.
Untuk kasus narkoba, Satresnaekoba Polresta Samarinda berhasil mengungkap 59 kasus dan menangkap 78 orang tersangka, terdiri dari 67 pria dan 11 perempuan. Polisi menyita barang bukti narkoba sebanyak 219,81 gram sabu-sabu, 50 ribu butir dobel L dan uang tunai Rp36.305.000 ribu.
Angka pengungkapan kasus narkoba bulan ini meningkat dibanding Oktober lalu, sebanyak 46 kasus dengan 67 tersangka. Menurut Setyobudi, untuk memberantas peredaran narkoba di Samarinda, polisi juga sangat memerlukan informasi dari masyarakat. “Kita membutuhkan informasi dari mayarakat, baik itu tentang narkoba, kemudian jaringan curanmor dan perjudian. Karena ke depan semakin canggih pola-pola pengedaran nakroba itu terus berubah-ubah,” tandas perwira polisi berpangkat melati tiga itu.
Untuk kasus kriminal 4 C, kepolisian Samarinda mengungkap sebanyak 38 kasus, dari 87 jumlah laporan yang diterima dari masyarakat. Polisi meringkus 34 tersangka dengan barang bukti delapan unit motor, lima buah handphone, satu buah jam tangan dan dompet serta uang tunai Rp 25.841.000 Ribu.
Sementara itu, untuk kasus perjudian, polisi mengungkap tiga kasus dengan lima orang tersangka. Angka itu menurun dibanding pengungkapan Oktober lalu sebanyak sembilan kasus dengan 18 orang tersangka.
Untuk meminimalisir tindak kriminalitas di Samarinda, Kapolres juga mengimbau pada masyarakat agar menjadi polisi bagi dirinya masing-masing. “Setiap melakukan Safari Jumat, kita selalu utamakan mengimbau masyarakat untuk menjadi polisi dalam dirinya, selalu waspada untuk memerangi kejahatan bersama-sama,” ungkapnya. (dor)