Breaking News
Home >> Hukum & Kriminal >> Sedang ‘Meracik’ Sabu-sabu, Sunaryo Digerebek Polisi
Tak Berkutik : Polisi dari Polsek Samarinda Utara berhasil membekuk dua orang bandar narkoba, sabu-sabu dan pil koplo di kawan Jl Wahid Hasyim. Saat penggerebekan polisi berhasil menyita barang bukti berupa sabu-sabu seberat 5,2 gram dan 50 butir pil koplo. (FOTO: Sardiman/Koran Kaltim)
Tak Berkutik : Polisi dari Polsek Samarinda Utara berhasil membekuk dua orang bandar narkoba, sabu-sabu dan pil koplo di kawan Jl Wahid Hasyim. Saat penggerebekan polisi berhasil menyita barang bukti berupa sabu-sabu seberat 5,2 gram dan 50 butir pil koplo. (FOTO: Sardiman/Koran Kaltim)

Sedang ‘Meracik’ Sabu-sabu, Sunaryo Digerebek Polisi

SAMARINDA – Ketika sebagian besar tetangganya sudah tertidur lelap setelah beraktifitas seharian penuh, jemari Sunaryo (34) justru baru mulai sibuk memecah sabu-sabu ke dalam poketan kecil. Pria yang diduga pengedar narkoba itu tenah ‘meracik’ barang dagangan-nya di rumah kos di Jalan KH Wahid Hasyim, Samarinda Utara, Senin (17/10) sekitar Pukul 23.30 Wita.
Ditengah asik menakar sabu-sabu, tiba-tiba datang. Kehadiran polisi benar-benar membuat Sunaryo kaget. Polisi yang datang tiba-tiba itu langsung mendobrak pintu dan masuk ke dalam kamar.
“Saat dilakukan penangkapan, pelaku (Sunaryo) sedang menakar sabu-sabu ke dalam poketan kecil-kecil untuk dijual dengan harga Rp100 ribu hingga Rp150 ribu, mereka menye-butnya paket hemat,” ujar Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Utara, Ipda Wawan Gunawan, Selasa (18/10).
Sunaryo yang sedang berada di atas kasur dan di hadapannya terdapat belasan poket sabu-sabu hanya bisa pasrah. Tak ada perlawanan atau per-cobaan melarikan diri. Di dalam kamar kosnya, polisi juga mengamankan seorang pria lain yang diduga pengedar pil koplo atau dobel L bernama Safrudin (36).
Tanpa pikir panjang, polisi langsung mengamakan barang bukti yang ada di depan mata, yakni 15 poket sabu-sabu seberat 5,2 gram bruto. Polisi kemudian melanjutkan menggeledah Safrudin dan menemukan 50 butir pil dobel L yang dibagi dalam 13 poket. “Dari hasil pemeriksaan, mereka berstatus sebagai pengedar,” tandas Wawan.
Ia menerangkan, Sunaryo sudah lama menjadi Target Operasi (TO) oleh Polsekta Samarinda Utara. Namun, lelaki berkulit sawo matang itu dikenal ‘licin’ dan pandai menghindar dari aparat.
“Sudah beberapa kali digerebek terhadap pelaku (Sunaryo), namun dia selalau lolos. Pelaku berhasil ditangkap setelah ada informasi bahwa ia diduga hendak melakukan transaksi narkoba,” terang Wawan. (dor)