Breaking News
Home >> Hukum & Kriminal >> Sehari, 2 Nyawa Melayang di Jalan Samarinda
Laka Maut :
Sejumlah petugas rumah sakit bersama keluaraga M Sauki, remaja yang tewas usai mengalami kecelakaan di Loa Janan Ilir, Minggu (16/10). Di lokasi lain, seorang IRT juga merenggang nyawa akibat kecelakaan yang terjadi di Jl AW Syahranie Samarinda. (FOTO: Sardiman/Koran Kaltim)
Laka Maut : Sejumlah petugas rumah sakit bersama keluaraga M Sauki, remaja yang tewas usai mengalami kecelakaan di Loa Janan Ilir, Minggu (16/10). Di lokasi lain, seorang IRT juga merenggang nyawa akibat kecelakaan yang terjadi di Jl AW Syahranie Samarinda. (FOTO: Sardiman/Koran Kaltim)

Sehari, 2 Nyawa Melayang di Jalan Samarinda

Pulang Nonton Balapan, Bocah Tewas Hantam Trotoar

SAMARINDA – Dua Kecelakan lalu lintas (Lakalantas) dengan dua korban jiwa terjadi di Samarinda, Minggu (16/10). Musibah tersebut berlangsung di 2 lokasi berbeda, di Bundaran Jembatan Mahulu, Loa Janan Ilir yang menewas-kan seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs), Muhammad Sauki (14), warga Loa Haur, Kabupaten Kukar.
Lakalantas juga terjadi di Jalan AW Sjahranie, Samarinda Utara yang merenggut nyawa seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Asriani.
Dua jenasah korban lakalantas tersebut dievakuasi warga ke RSUD AW Sjhahranie Samarinda.
Tangis keluarga korban pun seketika pecah saat melihat korban sudah tak bernyawa. Informasi yang dihimpun media ini, Sauki mengalami kecelakaan saat baru saja pulang menonton balapan di Sirkuit Kalan, Loa Janan Ilir.
“Kami pulang menonton balapan sekitar pukul 16.00 Wita. Dia (Sauki) didepan bawa motor, saya dibonceng,” kata saksi, Fahrian (14) yang saat itu berboncengan dengan korban.
Menunggangi Honda Vario 150 CC dengan nomor polisi (Nopol) KT 2116 CAA, Sauki melaju dengan kecepatan tinggi di sepanjang jalan peng-hubung antara Jalan HM Rifaddin ke Jembatan Mahulu.
Nahas, saat memasuki bundaran Jembatan Mahulu, hendak menikung ke kiri menuju jalan Cipto Mangun-kusumo, motor yang ditunggangi kedua bocah tersebut ‘larut’ dan menabrak trotoar. “Dia bawa motornya laju. Waktu mau nikung, saya kasih tahu dia agar pelan-pelan. Tidak lama kemudian motor ‘larut’ dan menabrak trotoar,” ujar Fahrian.
Benturan keras mengakibatkan kepala korban luka cukup serius yang mengeluarkan banyak darah. Sauki meningal dunia dilokasi kejadian sementara Fahrian mengalami luka lecet di siku tangan kiri dan kedua kakinya.
Sementara itu, Asriani meninggal saat kecelakaan di Jalan AW Sjahrani saat berboncengan dengan anak balitanya bernama Handam (5). Belum diketahui kronologis kejadian kecelakaan tersebut, namun seorang anak korban bernama Andika menjelaskan, ibunya saat itu meninggalkan rumah dan pamit keluar rumah membeli rokok.
“Ibu saya disuruh temannya untuk beli rokok,” ujar Andika.
Dirumah sakit, bocah 12 tahun itu terus menangis disamping ibunya yang sudah pergi untuk selamanya. Sementara Handam yang selamat dalam kecelakaan itu terus men-dapatkan pertolongan medis. (dor)