Breaking News
Home >> Samarinda >> Sehari Sedot 200 Penonton
FOTO: RS616/KK
Atraksi Lumba-lumba : Aksi dua ekor hewan laut, Lumba-lumba yang memukau warga Samarinda yang menonton. Meski kehadiran atraksi hewan ini menuai protes, toh pengunjung yang menikmati hiburan binatang ini membludak.
FOTO: RS616/KK Atraksi Lumba-lumba : Aksi dua ekor hewan laut, Lumba-lumba yang memukau warga Samarinda yang menonton. Meski kehadiran atraksi hewan ini menuai protes, toh pengunjung yang menikmati hiburan binatang ini membludak.

Sehari Sedot 200 Penonton

Atraksi Lumba-Lumba Tak Terpengaruh Demo, Warga Tetap Antusias

SAMARINDA – Meskipun menuai banyak penolakan dari pecinta satwa dan harga tiket masuknya yang dapat dikatakan mahal, pagelaran pentas lumba-lumba yang diselenggarakan BIVI Creative di Mal Lembuswana tetap ramai dikunjungi warga Samarinda.
Animo masyarakat Kota Tepian bahkan dari luar daerah terhadap pertunujkan yang melibatkan, dua ekor lumba-lumba, satu ekor singa laut ini terlihat dari jumlah penonton yang datang. Dengan kapasitas tribun 800 penonton, dalam satu kali pertunjukan, rata-rata sekitar 200 orang memenuhi tempat duduk yang disediakan panitia.
Sementara itu, harga tiket masuk pun tidak bisa dikatakan murah. Tiket reguler pada hari Senin sampai Jumat, dijual dengan harga Rp 70 ribu, sedangkan untuk VIP (Very Important Person) dihargai Rp 85 ribu. Sementara itu, untuk akhir pekan, tiket reguler dihargai Rp 85 ribu, dan bagi penoton VIP garus merogoh kocek Rp 95 ribu.
“Kapasitas kami sebenarnya 800 tempat duduk tapi kan namanya tribun tidak mungkin bisa penuh maksimal. Kalau di rata-rata sekitar 200an orang setiap show, karena seperti sekarang ini (sedang show) ada sekitar 500an orang, terus tadi pagi malah cuma seratus,” ujar petugas tiket Dedy, kepada Koran Kaltim Minggu, (16/10) kemarin.
Dedy mengatakan, salah satu alasan mengapa pertunjukan yang akan berlangsung hingga 13 November mendatang tersebut banyak diminati adalah, karena pertunjukan ini dapat disaksikan bersama seluruh anggota keluarga. Dan pertunjukan semacam ini yang cukup jarang digelar di Kota Tepian.
“Animonya cukup tinggi, tapi karena Samarinda ini kan didampingi sama kota – kota di sekitarnya, jadi pengunjungnya memang tidak langsung datang secara masif, tapi continue, rata-ratanya ya tadi sekitar 200an orang setiap shownya,” tambah Dedy.
Sejak dibuka pada Jumat (15/10) lalu, hingga Minggu (16/10), total sudah 11 kali pertunjukan dilakukan, dan selalu dipenuhi oleh para pengunjung. Salah seorang pengunjung Rahmat Setiadi, warga Jalan Juanda Samarinda bahkan datang bersama anak-anak dan istri dan beberapa kerabatnya. “Kami datang rombongan, memang ingin menonton bersama keluarga. Kebetulan hari libur juga. Dan ini kan jarang di Samarinda, terakhir kalau tidak salah 6 tahun lalu,” ujar Rahmat kepada harian ini kemarin.
Dari pengamatan Koran Kaltim, pengunjung memang datang silih berganti, bahkan ada yang rela mengantri, meskipun dibawah sinar matahari yang terik.
Sebelumnya diberitakan, pagelaran Pentas Lumba-Lumba dan Aneka Satwa dengan tema Wisata Edukasi dan Hiburan keluarga yang digelar oleh BIVI Creative di Mal Lembuswana, mendapatkan penolakan dari para pecinta satwa yang tergabung dalam Aliansi Stop Sirkus Lumba Samarinda. Karena diindikasikan, terdapat penyiksaan satwa didalamnya. (rs616)