Breaking News
Home >> Samarinda >> Sekolah Pinggiran Terapkan Full Day School
FOKUS DI SEKOLAH: Murid-murid SMP IT Cordova, salah satu sekolah swasta yang sudah terlebih dulu menerapkan full day school dan akan diikuti sekolah dasar negeri di Samarinda.
FOKUS DI SEKOLAH: Murid-murid SMP IT Cordova, salah satu sekolah swasta yang sudah terlebih dulu menerapkan full day school dan akan diikuti sekolah dasar negeri di Samarinda.

Sekolah Pinggiran Terapkan Full Day School

Guru Tak Boleh Keluar Selama Jam Belajar Mengajar Berlangsung

SAMARINDA – Senin (28/11) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Asli Nuryadin meresmikan enam sekolah yang bakal menjadi percontohan untuk penerapan sekolah berbasis full day school atau sekolah sehari penuh. Yang mengejutkan enam sekolah ini termasuk sekolah didaerah pinggiran, yaitu di Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, masing-masing SDN 002, 007, 012, 019,020 dan SDN Al Azhar.
“Saya sangat apresiasi dengan keenam sekolah ini, meskipun berada dipinggiran namun bisa menjadi percontohan bagi sekolah negeri lainnya apalagi baru setingkat sekolah dasar. Sebenarnya penerapan full day school ini jangan dipikirkan negatif-negatifnya dulu karena justru penerapannya banyak manfaat yang diterima siswa,” ujar Asli, Senin (28/11) di ruangannya usai menghadiri lauching floating di SDN 020 Jalan Pusaka.
Disebutkan Asli, ada beberapa sekolah yang sudah berhasil menerapkan full day school diantaranya SD Cordova, SD Fastabkhul Khairat dan SD Bunga Bangsa.
“Yang menjalankan memang selama ini hanya sekolah swasta, namun kalau sekolah negeri pun sebenarnya bisa saja menerapkan. Namun saya juga tidak mau memaksakan, tinggal kesadaran dari sekolah masing-masing saja,” imbuhnya.
Dalam penerapan selama delapan jam pengajaran, guru-guru pun diwajibkan untuk tetap berada di dalam sekolah selama kegiatan belajar mengajar dimulai. “Kalau selama ini kan masih bisa guru keluar-keluar atau mengajar ditempat lain jika waktunya kurang dari dua jam. Namun dengan adanya aturan full day school ini, tidak ada lagi guru yang berkeliaran di luar saat jam mengajar,” paparnya.
“Full day scholl ini penting agar anak-anak bisa belajar hidup sehat dengan kantin makanya. Selain itu anak-anak pun tidak perlu ada les lagi bahkan saat malam pun tidak bebankan dengan PR (Pekerjaan Rumah) jadi anak-anak tidak santai dirumah dan Sabtu pun tinggal waktu bersama keluarga,” pungkasnya. (ms315)