Home >> Berau - Kubar >> Semangat Belajar Meski Nyawa Taruhannya

Semangat Belajar Meski Nyawa Taruhannya

Lelah, 6 Pelajar Pingsan Naik Truk Tempuh 18 Km ke Sekolah

TANJUNG REDEB – Enam pelajar SMPN 12 di kampung Punan Malinau, kecamatan Segah, Berau, yang jatuh pingsan lantaran kelalahan usai menumpang truk bak terbuka ke sekolah mereka, jadi potret kecil keprihatinan pendidikan di Berau.
Meski bukan lagi hal baru, Dinas Pendidikan Berau belum bisa memastikan generasi penerus bangsa itu, akan mendapatkan fasilitas yang layak untuk berangkat ke sekolah, menempuh pendidikan yang mesti mereka jalani. “Memang benar, saat ini mereka menumpang ke sekolah naik truk-truk terbuka (milik perusahaan). Tentu saja khawatir, terlebih lagi tidak ada penutup bak truk terbuka itu,” kata Kabid Pendidikan Dasar Disdik Berau, Suprapto, dikonfirmasi Koran Kaltim, kemarin.
Suprapto tidak menampik, perjuangan anak-anak pergi ke sekolah meski rawan terjadi insiden truk terbalik di tengah perjalanan, sudah berlangsung lama. Kendati demikian, Disdik baru akan melakukan pengecekan ke lokasi, dan berupaya agar perusahaan terdekat, mau bekerjasama membantu sarana para penerus bangsa itu menuntut ilmu. “Dalam waktu dekat ini kami akan evaluasi ke lokasi dulu, agar lebih pasti seperti apa kondisi di sana saat ini,” ungkapnya.
Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah balik meminta perusahaan, peduli dengan kondisi masyarakat sekitar, terutama anak usia sekolah. “Harus ada timbal balik, tidak bisa kalau hanya memanfaatkan sumber daya alam saja. Tapi harus berkontribusi dengan masyarakat di sana. Setidaknya, menyediakan transportasi yang layak. Kalau pun harus truk, harus tertutup agar anak-anak ini tidak kehujanan dan kepanasan,” terang Syarifatul.
“Kita antisipasi kemungkinan yang tidak kita inginkan. Saya minta pihak terkait, segera bertindak karena anak-anak itu kasian. Kemungkinan dari keluarga tidak mampu, dan memiliki semangat yang tinggi untuk belajar. Dari Pemkab, harus membantu mereka,” terangnya.
Diketahui, 6 pelajar SMPN 12 Berau yang berada di Kampung Punan Malinau, Kecamatan Segah, Senin (17/10) lalu, mendadak tidak sadarkan diri. Diduga, mereka kelelahan menumpang di truk bak terbuka milik PT NPN. Dengan jarak tempuh yang mencapai 18 KM dari kampung Punan Malinau menuju sekolah mereka tentu akan membuat para pelajar kelelahan dan harus berdiri di dalam truk bak terbuka selama hampir 1 jam.
Keenam pelajar tersebut yang mengalami pingsang langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapat pertolongan, namun salah seorang pelajar bernama Rini (15) terpaksa dilarikan kerumah sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai, lantaran kondisinya kian melemah. (mh216)