Published On: Kam, Apr 11th, 2013

Semani I Masih Terkendala Pembebasan Lahan

SAMARINDA - Program pengendalian banjir dilakukan Pemkot dengan membangun pintu air di kawasan Jalan Sentosa, Remaja dan Ahmad Yani (Semani) I berlokasi di Jalan Gelatik masih terkendala pembebasan lahan dan relokasi pemukiman warga di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM). Namun, progres pembangunan Semani I ditarget tuntas hingga Agustus mendatang. Hal itu diungkapkan Kabid Pengendalian Banjir Dinas Bina Marga dan Pengairan Setkot Samarinda, Budi Tristriyono kepada Koran Kaltim, kemarin.
“Progresnya hampir mendekati SKM, tapi terkendala relokasi dan pembebasan lahan. Tapi, penyelesaian ditarget hingga Agustus dan segera dioperasikan,” ucap Budi.
Ia menegaskan, pembangunan Semani I diprediksi memakan badan jalan saat pemasangan box culvert, sehingga Pemkot akan berkoordinasi dengan Polresta Samarinda dalam mengalihkan jalan selama pemasangan box culvert.
“Jika pemasangan ingin dipercepat, maka ruas Jalan A Yani dan Remaja rencananya akan ditutup. Karena, jika dikerjakan malam hari, akan memperlambat pemasangan box. Kami akan koordinasi ke Polresta untuk pengalihan ruas jalan di sekitar Semani I,” jelasnya.
Selanjutnya, pemasangan box culvert memerlukan waktu sekitar 2 bulan. Jika proyek Semani I berakhir maka dilanjutkan membangun pintu air Semani II. Namun, hingga kini pihaknya belum memberi informasi terkait lokasi proyek dimaksud.
“Pemasangan box ini memerlukan 62 hari kerja, karena itu akan dilakukan pengalihan jalan. Setelah Semani I, akan ada Semani II. Tapi, sata belum bisa beber sekarang,” ungkapnya.
Sementara itu, dana pengendalian banjir senilai Rp42 miliar bersumber dari APBD Samarinda dan bantuan keuangan pemprov dikatakan telah terlaksana sesuai peruntukan, yakni program drainase dan normalisasi serta pembuatan parit pembuangan limpahan air di polder Gang Indra. Rencananya, akan dilakukan pelebaran drainase di ruas Jalan Pasundan dan Jalan Antasari.
“Drainase di Jalan Antasari dan Jalan Pasundan akan dilebarkan. Karena gorong-gorong dan parit di ruas jalan itu perlu ditingkatkan. Kemudian, akan dibuat lagi parit pembuangan dari polder Gang Indra, karena belum ada pembuangan air di polder itu,” tambahnya.
Tak hanya itu, Pemkot juga tengan memiliki 3 mesin penyedot lumpur terdiri 1 mesin berukuran besar dan 2 unit mesin berukuran kecil. Mesin penyedot ini dibeli menggunakan dana Rp6,5 miliar bersumber dari APBD Samarinda 2013. Adapun pelaksana penyedotan sedang tahap pelelangan.
“Alat penyedot akan digunakan untuk membersihkan sedimentasi di selokan dalam kota serta drainase buntu,” singkatnya. (ad213)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger

About the Author

korkal99 - Berita koran harian di kalimantan timur, Kutai Kartanegara, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Berau, Bulungan, politik, pemilu, pilkada, kriminal, olahraga, ekonomi

Email
Print
WP Socializer Aakash Web