Home >> Gaya hidup >> Sentuhan Feminin dalam Balutan Shabby Chic
INTERIOR Shabby Chic (FOTO: ISTIMEWA/riamiranda diary)
INTERIOR Shabby Chic (FOTO: ISTIMEWA/riamiranda diary)

Sentuhan Feminin dalam Balutan Shabby Chic

BELAKANGAN ini, interior bergaya Shabby Chic semakin popular di banyak rumah di Indonesia. Jangan tertipu karena namanya yang mengandung kata shabby yang berarti lusuh. Interior bergaya ini cenderung terlihat anggun dan feminin. Tidak heran penggemarnya adalah para wanita.
Di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, kalangan ibu rumah tangga mulai menyukai Shabby chic. Desi misalnya ibu Rumah tangga ini mendesain ruangan di rumahnya dengan konsep interior Shabby Chic.
“Shabby chic sendiri merupakan gaya interior yang mulai berkembang di Inggris. Gaya ini identik dengan perabot-perabot bergaya Pop-Victorian yang berkesan antik. Selain itu, gaya ini juga identik dengan aksesori interior yang feminin,” kata Desi, kepada Koran Kaltim, Minggu (20/11).
Salah satu ciri khas dari penataan interior bergaya Shabby Chic adalah kehadiran furnitur antik seperti credenza, vas bunga, frame kaca, kain, atau benda-benda seni lainnya. Biasanya furnitur berbahan kayu akan dicat putih, lalu mulai diamplas agar permukaannya tidak terlalu mengkilap, memberikan kesan vintage dan berumur.
Selain kayu, material fabric juga menjadi elemen utama dalam penataan interior ala Shabby Chic. Kain yang digunakan adalah kain yang memiliki motif dan warna pastel. Umumnya bermotif floral. Anda dapat mengaplikasikan material kain pada tempat tidur, meja makan, headboard, padded wall, hingga upholstery kursi. Namun satu hal yang perlu diingat, gaya Shabby Chic tidak banyak mengeksplorasi warna dan kontras yang tinggi, melainkan cenderung bermain pada ruang monokrom yang aman.
Gaya Shabby Chic kental dengan warna-warna pastel yang lembut. Warna-warna seperti biru, merah muda, hijau, atau bahkan emas sekalipun, yang dibuat secara lembut dapat menghiasi ruangan bergaya Shabby Chic. Warna-warna ini dapat diaplikasikan secara tidak merata pada panel dinding maupun furnitur pengisi ruangan, sehingga kesan unfinished pun dapat terasa muncul di ruangan.
“Shabby Chic ini sekarang banyak digemari dari kalangan remaja hingga dewasa, karena warnanya yang terkesan lembut,” pungkasnya. (yul116)