Breaking News
Home >> Uncategorized >> Siapkan Perda Larangan Menjual Lem Rajawali
BERANTAS BERSAMA : Komitmen memberantas narkoba digaungkan Jaang (tengah) bersama seluruh pihak terkait.
BERANTAS BERSAMA : Komitmen memberantas narkoba digaungkan Jaang (tengah) bersama seluruh pihak terkait.

Siapkan Perda Larangan Menjual Lem Rajawali

SAMARINDA – Walikota Samarinda, Syaharie Jaang tidak ingin main-main dalam urusan pemberantasan dan pencegahan terhadap peredaran narkoba di kota ini. Karena sudah banyak memakan korban, ia harus mengambil langkah serius dalam hal pencegahan.
Barang-barang sejenis yang memiliki efek yang sama dengan narkoba jadi salah satu sasarannya. Adalah Lem merk Rajawali yang selama ini dijual di sejumlah toko bangunan yang tidak lagi diperbolehkan untuk dijual di Kota Tepian. Jaang baru mengetahui jika lem tersebut bisa digunakan sebagai pengganti narkoba saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sepanjang Tepian Mahakam belum lama ini. Saat itu, ia menemukan ada botol lem dan botol alkohol berkadar 70 persen yang diduga digunakan anak-anak muda sebagai pengganti narkoba.
“Bayangkan jika anak-anak kita isap lem dan minum alkohol 70 persen apa yang terjadi/. Makanya saya lagi persiapkan edaran soal larangan penjualan lem Rajawali di Samarinda. Ini terpaksa kita lakukan demi menyelamatkan generasi bangsa kita,” kata Jaang di sela-sela kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Masjid, Samarinda Seberang dua hari lalu
Jaang mengakui jika 10 tahun menjabat Wakil Walikota (Wawali) mulai tahun 2000 hingga 2010, ia cukup aktif melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba. Secara kebetulan, saat itu jabatan Kepala BNN di daerah merupakan jabatan yang melekat pada diri orang nomor satu di Samarinda ini. Karena itu, ia mengaku siap menjadi pemateri gratis bila kedepan BNN Kaltim hendak melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba. Karena misinya cuma satu, yakni penyelamatan anak bangsa. (ms315)