Sidomulyo jadi Langganan Banjir

0
13

TENGGARONG – Banjir di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar) rutin terjadi setiap tahun, terjadi saat hujan lebat mengguyur kecamatan di ujung Kukar itu, membuat air di Sungai Belayan meluap. Seperti banjir terjadi pada Ahad (10/10) lalu, 11 desa di Tabang tergenang banjir, akibat hujan sehari penuh dan merendam ratusan rumah penduduk ikut terendam. Meski tak berlangsung lama, banjir tersebut telah surut dan warga kembali beraktivitas normal.
Asisten I Setkab Kukar, Chairil Anwar kepada Koran Kaltim menjelaskan, Pemkab Kukar berencana relokasi desa di tepi Sungai Belayan. Relokasi tahap pertama untuk warga Desa Sidomulyo. Rencana itu sejak tahun 2014 lalu, hingga bulan Oktober 2016 belum juga terlaksana. “Memang benar, Desa Sidomulyo mau direlokasi,” kata Chairil Anwal, Selasa (11/10).
Namun, rencana itu belum terwujud karena warga Sidomulyo menolak rencana tersebut, meski sebagian mendukung. Padahal, tujuan relokasi agar Sidomulyo tak menjadi langganan banjir musiman terjadi setiap tahun tahunan di Kecamatan Tabang.
Informasi dihimpun media ini, relokasi itu program Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kukar. Rencananya, warga akan direlokasi ke dataran tinggi ke lahan seluas 40 hektare. Bahkan, telah terbit surat keputusan penetapan lokasi. Pada tahun 2014, disepakati anggaran Rp6 miliar. Namun, tak terealisasi, sehingga APBD Kukar 2015 kembali dialokasikan Rp40 miliar. Terpisah, Kapolsek Tabang AKP Yunus TP menambahkan, banjir di Tabang sudah surut dan aktivitas warga normal lagi. “Banjir hanya sehari, karena banjir kiriman ditambah hujan lebat,” tambah Yunus. (ami)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here