Dipublish: 26 Mei 2013, 19:48

Siswa Datang ke Sekolah Berpakaian Adat

TENGGARONG- SMA Negeri 1 Kota Bangun, memilih cara lain untuk mencegah aksi corat-coret siswa mereka yang merayakan kelulusan Ujian Nasional (UN) 2013. Pihak sekolah meminta kepada siswanya untuk berpakaian adat saat menghadiri pengumuman kelulusan siswa.
“Untuk anak laki-laki kami minta berpakaian miskat (baju adat khas Kutai.Red). sedangkan perempuannya, diminta mengenakan baju kebaya,” kata kepala SMA Negeri I Kota Bangun, Fadli Yulizannur, M.App. Ling, kemarin.
Konsep pengumuman kelulusan juga dibikin berbeda. Jika di setiap sekolah merayakannya dengan cara menggelar acara perpisahan. Maka di SMAN I Kota Bangun di laksanakan acara wisuda seperti layaknya di perguruan ti-nggi. “Konsepnya sama seperti wisuda di per-guruan tinggi dan para siswa akan didampingi oleh orang tuanya,” katanya.
Pada tahun ini, SMAN I Kota Bangun meluluskan 180 orang siswa dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen, dengan nilai rata-rata 8,3 untuk jurusan IPA dan 9,00 untuk jurusan IPS. Sedangkan nilai rata-rata tertinggi diraih oleh Novita Pramudya Pratiwi, siswi kelas XII IPS dengan nilai 8,3.
Fadli mengungkapkan dengan tingkat kelulusan siswa yang mencapai 100 persen ini, merupakan prestasi yagn sangat membanggakan. “Sekarang yang menjadi PR kami ke depan adalah bagaimana meningkatkan kualitas bidang studi, terutama mata pelajaran matematika yang agak lemah,” ungkpanya. (bmb)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger