Breaking News
Home >> Akademika >> Siswa SMPN 10 Kembali Raih Prestasi
RAIH PRESTASI : Suryani, siswa SMPN 10 Samarinda yang berhasil meraih predikat sebagai juara 3 lomba pembawa acara (Pewara) tingkat Provinsi Kaltim-Kaltara. Lomba ini digelar oleh Kantor Bahasa Kaltim
RAIH PRESTASI : Suryani, siswa SMPN 10 Samarinda yang berhasil meraih predikat sebagai juara 3 lomba pembawa acara (Pewara) tingkat Provinsi Kaltim-Kaltara. Lomba ini digelar oleh Kantor Bahasa Kaltim

Siswa SMPN 10 Kembali Raih Prestasi

Juara 3 Lomba Pewara Tingkat Kaltim–Kaltara

SAMARINDA – SMPN 10 Samarinda kembali meraih prestasi. Kali ini salah seorang siswinya yang bernama Suryani, yang duduk di kelas VII berhasil memboyong predikat juara 3 dalam lomba Pembawa Acara (Pewara) tingkat Provinsi Kaltim dan Kaltara. Lomba untuk kategori SMP, diikuti oleh 34 peserta yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Kaltim dalam rangka peringatan Bualan Bahasa.
Dalam lomba tersebut, juara pertama diraih oleh peserta yang berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara.
Guru Bahasa Indonesia, sekaligus pelatih Ekstra Kulikuler seni dan bahasa SMPN 10 Samarinda, Solik Isrotin menjelaskan, dalam lomba tersebut peserta dituntut untuk membawakan acara secara menarik dan interaktif. Selain itu, peserta juga bertanggungjawab menghidupkan susasana, sehingga kreativitas serta improvisasi sangat dibutuhkan.
“Alhamdulillah kita dapat Juara 3. Saya cukup puas, karena lawannya memang bagus. Juara pertama SMP Muara Jawa, terus juara 2 dari SMP Balikpapan,” ujarnya saat dikonfirmasi Koran Kaltim Senin (10/10) kemarin.
Solik menuturkan, setiap peserta diberikan semacam panduan susunan acara, lalu secara bergantian diberikan kesempatan untuk memandu acara. Ia juga mengatakan, prestasi tersebut tidak lepas dari upaya pembinaan yang dilakukan secara berkala. Melalui Ekskul seni dan bahasa, pembinaan dilakukan, sehingga ketika ada perlombaan semacam ini, SMPN 10 Samarinda sudah siap.
Selain itu, dengan lomba semacam ini, keberanian siswa untuk bisa menampilkan apa yang ia miliki juga menjadi terasah. Sehingga diharapkan, kepiawaian siswa dalam bidang kebahasaan akan menambah khasanah keilmuan para siswa itu sendiri.
“Pembinaan terus dilakukan, makanya kita selalu siap kalau ada lomba semacam ini. Selain itu, kita juga berharap mereka bisa punya tambahan keahlian, karena sekarang kemampuan kebahasaan seperti Pewara atau presenting ini banyak yang membutuhkan,” paparnya.
Kecuali itu, Solik juga menyampaikan, dengan gigihnya ia melakukan pembinaan di bidang kebahasaan, serta mengikutsertakan siswanya dalam lomba–lomba tersebut, juga sebagai upaya melestarikan penggunaan bahasa Indonesia. Dengan begitu, diharapkan, anak muda generasi bangsa akan lebih bangga menggunakan bahasa Indonesia. (rs616)