Breaking News
Home >> Olahraga Daerah >> SKOI Perlu Laboratorium Olahraga
LABORATORIUM : Pada kunjungan komisi X DPR RI lalu, Kadispora menyampaikan untuk pembinaan atlet SKOI dirasa perlu adanya laboratorium olahraga demi mencetak atlet-atlet handal kedepannya.
LABORATORIUM : Pada kunjungan komisi X DPR RI lalu, Kadispora menyampaikan untuk pembinaan atlet SKOI dirasa perlu adanya laboratorium olahraga demi mencetak atlet-atlet handal kedepannya.

SKOI Perlu Laboratorium Olahraga

SAMARINDA – Sekian lama beroperasi, Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim masih memiliki kekurangan fasilitas menuju ‘pabrik’ atlet handal. Sebagai sekolah, SKOI ternyata juga perlu laboratorium sebagai sarana bagi cabor membina atlet belian bagi Benua Etam.
Hal itu disampaikan Kepala Dispora Kaltim, Fachrudin Djafrie saat kunjungan Komisi X DPR RI belum lama ini ke Provinsi Kaltim terkait bidang keolahragaan. Menurut dia belum adanya laboratorium dinilai menjadi salah satu permasalahan dan kendala dalam pembinaan atlet.
Menurut Fachrudin, SKOI merupakan wadah mencetak atlet-atlet andalan Kaltim dan selama ini diakuinya terbukti, contohnya saat PON XIX Jabar lalu SKOI banyak berkontribusi.
“Artinya ya tidak bisa dipungkiri, dengan adanya SKOI ini banyak bermunculan atlet-atlet yang potensial, sehingga untuk lebih memaksimalkannya kami berharap adanya laboratorium olahraga yang memang sangat diperlukan untuk menunjang pembinaa atlet kedepannya, baik KONI maupun pengprov cabang olahraga,” kata Fachrudin Djaprie, akhir pekan lalu.
Sementara itu, Yayuk Basuki mantan petenis nasional, anggota Komisi X DPR RI mengatakan sangat mendukung adanya laboratorium olahraga karena ini salah satu hal penting membentuk atlet handal. “Saya sangat mendukung adanya sport sains ini karena nantinya pasti akan membentuk atlet-atlet yang handal, tidak hanya tingkat nasional, tetapi internasional melalui SKOI Kaltim ini, karena jangan sampai terjadi saat PON 2008 itu adanya jual beli atlet, itu yang diantisipasi kedepannya,” kata Yayuk.
Yayuk menambahkan yang juga perlu menjadi perhatian adalah masalah pelatih, karena sebagus apapun SKOI dan fasilitas yang lengkap, tetapi tidak memiliki pelatih yang berkualitas dengan pengetahuan yang luas terkait olahraga diakuinya akan percuma.
“Makanya untuk masalah ini paling tidak mengikut sertakan para pelatih untuk coaching clinic, paling tidak bisa dibantu dari pusat dan dianggarkan dari sana, untuk pembinaa atlet yang berkualitas kedepannya,”terangnya.
Karena lanjut Yayuk, pembinaan atlet ke depannya harus selalu ditingkatkan dari tahun ke tahun, jangan sampai justru semakin menurun, karena jika menurun berarti ada hal yang salah dengan pembinaan yang dilakukan selama ini.
“Pembinaa itu harus selalu meningkat, bukan malah menurun dan satu hal lagi tunjangan hari tua atlet juga perlu dipikirkan oleh pusat dalam hal ini Kemenpora, sehingga atlet itu memiliki jaminan hari tua dan tidak ada lagi atlet yang terlantar, ini sangat penting,”pungkasnya. (rgn)