Home >> PPU - Paser >> SKPD Diimbau Hindari Laporan Bermasalah

SKPD Diimbau Hindari Laporan Bermasalah

PENAJAM – Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Penajam PAser Utara (PPU) diimbau untuk menghindari laporan baik keuangan ataupun aset daerah yang mungkin bermasalah akibat terjadi kesalahan.
Demikian dikatakan, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan PPU, H. Sutrisno saat membuka kegiatan Diklat Penerapan Akuntansi Pemkab Berbasiskan Aktual yang digagas Badan Kepegawaian Daerah (BKD) PPU, Senin siang (28/11) kemarin.
“Kami berpesan kepada seluruh SKPD dalam memberikan laporan keuangan berbasis aktual, menghindari hal – hal yang mungkin terjadi kesalahan baik masalah keuangan atau masalah aset daerah,”katanya.
Menurutnya, dengan adanya diklat yang digelar selama empat hari ke depan, diharapkan para peserta dalam membuat laporan menjadi lebih akuntabel, transparan dan masalah yang ada bisa segera dihindari dari awal.
“Yang jelas peserta Diklat selaku pembuatan laporan SKPD akan menjadi profesional dalam bekerja nantinya dan masalah bisa dihindari,”harapannya.
Sementara itu, Kepala BKD PPU, H. Surodal Santoso, mengharapkan hasil Diklat ini nantinya dapat mendukung penerapan standar akutansi pemerintah daerah yang berbasiskan aktual, sesuai dengan yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akutansi pemerintah.
Selain itu, dalam penerapan Permendagri Nomor 64 tahun 2013 tetap penetapan standar akuntansi pemerintah aktual pada pemerintah daerah, maksud dan tujuannya adalah sebagai pedoman pemerintah daerah dalam rangka penerapan standar Akutansi Pemerintahan (SAP) berbasis aktual.
“Dari kegiatan ini juga bisa lahir kader – kader tenaga keuangan, sehingga berimplikasi terhadap pengelolaan keuangan di SKPD yang semakin meningkat dan dapat menekan terjadinya kesalahan – kesalahan,”terang Surodal.
Dalam Diklat ini pihaknya mendatangkan narasumber dari Pusdiklat Kemendagri Regional Yogyakarta, Alfian Misran.
Sedangkan jumlah peserta kegiatan sebanyak 40 orang, waktu kegiatan selama empat hari dan estimasi jumlah jam pelajaran sekitar 40 jam. (nav)