Published On: Rab, Apr 24th, 2013

Soal IMB dan Galian C Dipertanyakan Kades

MALINAU – Para kepala desa (kades) di Kecamatan Mentarang mempertanyakan proses pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB). Khususnya jangka waktu berlakunya IMB itu sendiri. Hal lainnya, mekanisme rumah dinas guru jika digunakan untuk usaha tanpa memiliki IMB.
Pertanyaan itu muncul saat sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 14 tahun 2011 tentang Pendelegasian Sebagian Wewenang Bupati Kepada Camat, oleh Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Kabupaten Malinau, lusa kemarin. Dihadiri para kepala desa, masyarakat dan aparat Kecamatan Mentarang. Sosialisasi yang dipimpin Kepala KPT, Juid, dibuka Camat Mentarang, Jonathan Yahuda.
Tidak hanya soal IMB, sesi dialog bersama masyarakat juga diisi dengan pertanyaan seputar permohonan izin tambang galian C. Menanggapinya, Juid menegaskan bahwa jangka waktu berlakunya IMB adalah seumur hidup. Selama bangunan yang ada itu tidak diubah. Sedangkan untuk bangunan rumah dinas yang dijadikan sebagai tempat usaha, tidak diperbolehkan. Karena rumah dinas milik pemerintah.
“Kecuali kalau sudah di dum (diputihkan atau dialihkan kepemilikannya dari pemerintah kepada PNS). Tetapi yang penting harus dibuat IMB dulu, baru boleh dibuat usaha,” kata Juid.
Soal izin tambang galian C, menurut Juid, izin tambang galian C juga bisa diajukan perizinannya, sepanjang untuk golongan dalam skala kecil. Untuk skala menengah izinnya diterbitkan oleh KPT. Sedangkan untuk tambang dalam skala besar diterbitkan oleh Bupati. “Namun pada prinsipnya, untuk segala bentuk pembangunan terutama bangunan fisik, mulai dari tingkat kabupaten dan tingkat desa itu semua harus ber-IMB,” pungkasnya. (wh)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger

About the Author

korkal99 - Berita koran harian di kalimantan timur, Kutai Kartanegara, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Berau, Bulungan, politik, pemilu, pilkada, kriminal, olahraga, ekonomi

Email
Print
WP Socializer Aakash Web