Sopir Taksi Kesulitan Dapatkan Premium

0
12

PPU Berupaya Tetap Dapat Kuota Premium

PENAJAM – Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium diupayakan tetap diberikan Pertamina ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) guna memenuhi kebutuhan angkutan umum baik angkutan kota dan desa, angkutan antara kabupaten dan provinsi maupun angkutan umum laut speedboat.
Demikian diungkapkan, Kabid Perdagangan Dinas Kopreasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU, H Rusli, kepada Koran Kaltim, Senin (10/10).
“Kami tetap berupaya agar kuota premium atau BBM subsidi tetap diberikan oleh Pertamina, mengingat keberadaannya masih sangat dibutuhkan oleh angkutan umum penumpang yang beroperasi di wilayah PPU,” katanya.
Diakuinya, saat ini di ibukota PPU, terdapat dua SPBU yang aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat, namun kini hanya satu SPBU yakni PT Kinibalu di Km 1 Penajam yang masih menjual premium, sementara di SPBU PT milik Kalija Mitraya Jalan Provinsi Km 9 Nipah – nipah tidak lagi menjual premium dialihkan ke Pertalite dan pertamax.
Rusli mengatakan telah melayangkan surat kepada Pertamina untuk mendapatkan informasi berapa jumlah kuota premium yang beredar di PPU, namun hingga kini pihaknya belum menerima jawaban apakah ada pengalihan premium ke Pertalite untuk seluruh wilayah PPU. tetapi yang pasti untuk SPBU di Km 1 masih ada penjualan premium yang dalam satu hari mendapatkan kuota delapan ton liter. “Kita berupaya agar premium tersebut tetap diberikan ke PPU untuk dijual di SPBU dan SPBN yang ada di dermaga guna memenuhi kebutuhan kendaraan angkutan umum. Sedangkan untuk solar subsidi hingga kini tidak menjadi masalah karena kuota masih ada,”terangnya.
Ia berharap, dengan terpenuhinya kebutuhan premium bagi angkutan umum tersebut, tidak berdampak pada kenaikan tarif angkutan secara sepihak dilakukan oleh pemilik maupun pengemudi angkutan umum darat maupun laut. Tetapi jika premium sulit didapat, para pemilik angkutan umum bisa saja menaikan tarif angkutannya.
“Kenaikan tarif angkutan tidak bisa dilakukan secara sepihak dan harus dilakukan melalui rapat koordinasi dengan pemerintah serta wakil pemilik angkutan umum. Tapi hingga kini belum ada perubahan tarif angkutan dan masih berlaku ketetapan yang lama,”kata Rusli.
Sementara itu seorang sopir angkutan umum, Aris, mengaku kesulitan mendapatkan premium tersebut karena SPBU satu satunya yang menjual BBM tersebut kerap kehabisan premium, sementara jumlah angkutan di PPU tidak sebanyak seperti di Balikpapan maupun kota lain tetapi kenyataannya delapan ton sehari tidak cukup.
“Kami akui, peminat premium itu bukan hanya angkutan umum saja, tetapi juga angkutan pribadi bahkan terlihat sudah tidak terkontrol lagi, sehingga wajar jika premium cepat habis. Kami minta aparat terkait melakukan pemantauan terhadap distribusi premium tersebut agar bisa tepat sasaran,”pungkasnya. (nav)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here