Home >> Hukum & Kriminal >> Sudah Tiga Kali Antar Sabu ke Pelanggan

Sudah Tiga Kali Antar Sabu ke Pelanggan

Siswa SMP Disuruh Ayahnya Jadi Kurir

TENGGARONG – Siswa SMP, Ma warga Jalan Stadion, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) yang sebelum-nya tertangkap bersama ayahnya karena mengedarkan sabu, akhirnya dikembalikan pada orangtuanya.
Hal ini disampaikan Kapolres Kukar, AKBP Fadillah Zulkarnaen melalui Kapolsek Tenggarong, AKP MD Djauhari, Rabu (23/11). “Karena di bawah umur, sementara kembalikan ke orangtuanya,” katanya.
Namun, kata dia bocah yang baru berusia 13 tahun ini tetap wajib lapor dan kasusnya akan terus berlanjut. “Wajib lapor, proses lanjut,” kata Djauhari kepada Koran Kaltim.
Diketahui, Ma ditangkap polisi, Senin (21/11) sekitar pukul 17.00 Wita di Jalan Bougenvile, RT 08, Kelurahan Sukarame, Tenggarong. Ia ditangkap saat mengantar satu poket kecil sabu dalam amplop warna hijau kepada pemesannya.
Ironisnya, Ma menjadi kurir ayahnya, Sony Haryono (35), yang bekerja sebagai PNS di salah satu instansi Pemkab Kukar. Sony ditangkap bersama Masmuni warga Jalan Kramat Jaya, Gang Kelurahan, RT 07, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong yang juga berprofesi sebagai PNS.
Keduanya diamankan di rumah Sony usai mengkomsumsi sabu bersama. “Pengakuannya sih, anaknya ini baru sekitar tiga kali mengantarkan barang tersebut ke pemesannya. Tapi anaknya bilang nggak ngerti (apa yang diantarnya). Dia masih SMP,” ungkap Djauhari.
Ia mengatakan, kasus ini masih terus dikembangkan, termasuk alasan Sony menjadikan anaknya sebagia kurir sabu. “Yang kita dalami adalah bapaknya, ini barangnya dari mana dan kenapa menyuruh anaknya,” bebernya.
Terpisah, Kanit PPA Sat Reskrim Polres Kukar, AIPTU Irma Ikawati mengatakan, sudah mendapat laporan soal kasus yang menimpa Ma ini.
Menurutnya, Unit PPA tidak menangani masalah narkoba. PPA cukup memberikan masukan soal cara penanganan masalah anak yang terlibat dengan hukum. “Kita juga ber-koordinasi dengan instansi samping seperti BKBP3A, P2TP2A dan Dinsos untuk penanganan si anak tersebut,” terangnya. (ami)