Home >> Sportainment >> Sulitnya Promosi Olimpiade di Pyeongchang
AKSES TERBATAS: Berada di tempat yang terpencil, wajar kalau Pyeongchang sulit untuk memperkenalkan diri sebagai salah satu tuan rumah Olimpiade.
AKSES TERBATAS: Berada di tempat yang terpencil, wajar kalau Pyeongchang sulit untuk memperkenalkan diri sebagai salah satu tuan rumah Olimpiade.

Sulitnya Promosi Olimpiade di Pyeongchang

KOTA Pyeongchang di Korea Selatan akan menjadi tuan rumah nomor-nomor olahraga di musim saat Olimpide berlangsung. Namun, coba anda perhatikan kembali nama kota yang akan menjadi tuan rumah tersebut.
Nama kota itu sekilas serupa dengan ibu kota negara saudara sekaligus rival abadi, Korea Utara. Pyeongchang yang tak dikenal di dunia itu diakui pejabat panitia Olimpiade Musim dingin akan dikira sebagai Pyongyang yang juga ibu kota Korut. Pyeongchang sendiri merupakan sebuah kawasan resor ski yang terisolasi di Korsel.
“Tantangan terbesar adalah bagaimana pada saat ini mempromosikan kejuaraan ke seluruh dunia, karena [Pyeongchang] ini adalah sebuah tempat yang kecil,” kata Komisi Koordinasi Dewan Olimpiade Dunia (OIC) di Pyeongchang, Guila Lindberg seperti dikutip AFP. “Ini bukan Rio de Janeiro, dan ini bukan London. Tempat ini juga terpencil,” imbuhnya.
Kawasan resor ski in berada sekitar 250 km dari badnara internasional di Incheon, Korsel. Untuk mencapai lokasi ini dari Incheon dibutuhkan waktu perjalanan menggunakan kendaraan selama tiga setengah jam.
Namun, untuk akomodasi, para penonton, ofisial, dan atlet tak akan tinggal di Pyeongchang. Mereka akan tinggal di kota pesisir yang berada di timur Pyeongchang, Gangneung. Kampung atlet akan diplot di Gangneung, karena ruang terbatas yang berada di Pyeongchang. “Mungkin akan lebih mudah [mempromosikan] jika Pyeongchang tekenal seperti Seoul atau Vancouver [Kanada], namun itu bukanlah faktor utama,” kata juru bicara komite organisasi panitia lokal Olimpiade Musim Dingin 2018, You Jihyun.
Ajang uji coba olimpiade musim dingin yang berlangsung pekan ini, kata You, diharapkan dapat menarik penikmat olahraga musim dingin tentang Pyeongchang. Tentu saja panitia lokal berharap tak ada kontingen atlet ataupun penonton yang salah mengira Pyongyang sebagai Pyeongchang. Pasalnya, sudah ada yang melakoni kecerobohan tersebut yakni seorang delegasi Kenya yang akan menghadiri kegiatan PBB di Pyeongchang pada 2014 silam.
Kala itu mereka salah dan ikut penerbangan ke Pyongyang. Tanpa visa yang valid, dia diinterogasi hampir lima jam oleh otoritas Korea Selatan. Dia pun didenda US$500. Sementara ini, untuk membantu publik membedakan Pyeongchang dan Pyongyang, otoritas provinsi lokal mencoba memberikan identitas yang baru dari wliayah resor tersebut. Resor ski itu diberi nama PyeongChang dengan huruf ‘C’ kapital.
Pyeongchang dipilih IO sebagai kota penyelenggara Olimpiade Musim Dingin pada 2011 silam. Kala itu, dalam proses bidding, Pyeongchang mengalahkan dua kandidat lain yakni Munich (Jerman) dan kota di pegunungan Alpine, Annecy, Perancis. Saat ini di kawasan Pyeongchang sedang diperbaiki. Total dana yang dibutuhkan disebut 13,4 triliun won (US$11,40 Miliar) . (cnc/mar)