Sungai Mahakam “Diserbu” Eceng Gondok

0
27
FENOMENA ALAM: Hampir di setiap sudut Sungai Mahakam terlihat tanaman eceng gondok yang membuat aktivitas warga di perairan terganggu bahkan sempat terhenti karena banyaknya tanaman ini.

Aktivitas Warga Terganggu, PDAM Pastikan Kualitas Air Bersih Aman

SAMARINDA – Dalam beberapa hari terakhir, kawasan perairan Sungai Mahakam tampak kotor. Itu tidak lain karena setiap hari terlihat tanaman eceng gondok, salah satu jenis tumbuhan air mengapung. yang memenuhi hampir setiap sudut sungai terpanjang di Indonesia tersebut terutama saat air naik atau pasang.
Menurut salah satu petugas di kepolisian air yang ditemui harian ini di depan Kantor Gubernur Jl Gajahmada, Agung, menyetakan, banyaknya eceng gondok atau nama ilmihanya Eichhornia crassipes ini di sungai Mahakam merupakan fenomena alam yang biasa terjadi setiap tahun. “Ini penomena tahunan, eceng gondoknya terkonsentrasi di satu tempat karena debid air rendah. Nantinya kalau air sudah naik pastinya akan hilang dengan sendirinya,” kata Agung.
Senin (10/10) pagi kemarin petugas kepolisian Kawasan Pelabuhan, Polresta Samarinda menyusuri muara Sungai Karang Mumus di Sungai Mahakam sambil membawa kayu panjang untuk membersihkan enceng gondok sudah masuk ke Sungai Karang Mumus (SKM). Aparat bahu membahu melakukan kegiatan pembersihan Sungai Mahakam untuk membuka jalan agar alur lalulintas kapal yang melintasi Sungai Mahakam tidak terganggu.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Setyobudi Dwiputro didampingi Kasubag Humas Iptu Hardi memgatakan mereka membuka jalur lalul intas angkutan Sungai Mahakam yang sempat terhenti akibat banyaknya eceng gondok ini. “Masyarakat yang biasa menggunakan sungai ini untuk aktivitas sehari-hari mengeluh karena tidak bisa melakukan apa-apa. Karna itu kami bersama masyarakat melakukan kerja bakti membuka jalan yang ditutupi eceng gondok ini,” kata Setyobudi.
Banyaknya eceng gondok yang dalam bahasa daerah disebut ilung masih belum berdampak pada kualitas air Mahakam yang selama ini dijadikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kencana sebagai sumber utama air bersih kepada masyarakat Kota Tepian.
“Untuk kualitas air PDAM yang mengambil bahan baku air Mahakam tidak ada masalah karena eceng gondok itu hanya di permukaan air. Hanya pemandangan Sungai Mahakam saja yang jadi tidak bagus,” kata Kasi Humas PDAM Samarinda H Mokhamat Lukman kepada Koran Kaltim (10/10) kemarin saat di konfirmasi mengenai permasalahan tersebut
Fenomen ini terjadi saat hujan lebat dan membuat bagian hulu sungai Mahakam sebagaian banjir sehingga eceng gondok terbawa arus sungai ke hilir. “Biasanya paling cepat satu minggu dan paling lama dua minggu hilang sendiri. Yang jelas kualitas air tidak akan terganggu, semuanya aman meski eceng gondok memenuhi Sungai Mahakam,” paparnya. (man/rs616)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here