Breaking News
Home >> Politik >> Hanya Tahrir dan Fitria Terakomodir

Hanya Tahrir dan Fitria Terakomodir

Enam Anggota Fraksi Golkar Terdepak dari Kepengurusan Golkar Samarinda

SAMARINDA – Simpang siur anggota kepengurusan Partai Golkar Samarinda terjawab sudah. Hanya tiga dari sembilan nama di Fraksi Golkar DPRD Samarinda yang terakomodir. Sisanya, enam anggota fraksi sudah pasti terdepak. Nama mereka tak lagi berderet di papan kepengurusan Golkar Kota Tepian.
Ketua Golkar Samarinda, Jafar Abdul Gaffar menegaskan selain dirinya, nama M Tahrir dan Syarifah Fitria Alaydrus yang terakomodir untuk kepengurusan 20116-2021. Rumusan kepengurusan Golkar Samarinda kata dia sudah menedapat persetujuan dari Golkar Kaltim.
“SK-nya sudah ada, hanya tiga yang terakomodir,” kata Gaffar, kemarin.
Gaffar masih enggan mem-perbanyak SK pengurus Golkar di masa kedua kabinet-nya. Ia meminta semu pihak bersabar. Gaffar berjanji SK tersebut pasti didistribusikan sebelum pelantikan, Sabtu (26/11) di Kompleks per-tokoan Citra Niaga.
“Sabar dulu nanti dibagikan (SK-nya) bersamaan dengan pembagian jas pengurus,” kata Gaffar.
Saat ini sebanyak sembilan kader terbaik Golkar Samarinda yang duduk di kursi DPRD Samarinda. Mereka masing-masing Alphad Syarif (Ketua DPRD), Adhigustiawarman, M Tahrir, Jafar Abdul Gaffar, Syarifah Fitria Alaydrus, Nano Sumarna, Suharna, Mashari Rais, Andi Saharuddin.
Gaffar menyatakan meski mereka tak terakomodir dalam deretan nama pengurus, enam kader partai beringin tetap menjadi anggota Fraksi Golkar. Sesuai pernyataan Sekretaris Golkar Kaltim, Abdul Kadir, memang ada anggota fraksi yang tak terakomodir sebagai pengurus.
“Tapi bukan berarti mereka itu dibuang, tidak. Secara tak langsung mereka perpanjangan partai di DPRD, mereka tetap dirangkul,” kata Gaffar.
Alasan tidak mencantumkan enam kader terbaik yang menjabat di gedung Basuki Rahmat Samarinda ke dalam daftar pengurus, menurut Gaffar agar mereka bekerja lebih efektif. Keenam-nya diminta fokus untuk satu bidang kerja, di DPRD Samarinda.
“Biar mereka kerja lebih efektif, karena masuk pengurus tak pernah juga fikirkan DPD II,” terang Gaffar.
Sebelumnya berkembang, sejumlah nama kader Golkar di Gedung Basuki Rahmat No. 1 terancam terdepak dari kepengurusan pada kabinet kedua Jafar Abdul Gaffar. Mereka terdepak lantaran terlibat secara aktif dalam serangkaian polemik internal partai yang terjadi dalam dua tahun terakhir. (agr)