Home >> Bontang - Kutim >> Tahun 2017, RAPBD Kutim Diprediksi Rp 2,33 Triliun

Tahun 2017, RAPBD Kutim Diprediksi Rp 2,33 Triliun

SANGATTA – Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kutai Timur (Kutim) tahun 2017 dipatok Rp 2,33 triliun, yang diperoleh dari PAD, Dana Perimbangan dan lain-lain, serta pendapatan daerah yang sah.
Bupati Kutim Ismunandar menerangkan, dana yang ada untuk belanja daerah baik belanja langsung maupun tidak langsung, sehingga mengakibatkan pembiayaan daerah menjadi nol. APBD, kata Ismunandar memiliki fungsi alokasi, distribusi dan stabilisasi dalam pembangunan.
“Ketiga fungsi tersebut akan memberikan pengaruh yang signifikan dalam proses perencanaan dan penganggaran,” kata Ismunandar.
Ismunundar saat menyampaikan nota pengantar RAPBD tahun 2017. Kamis (17/11) kemarin, di kantor DPRD Kutim, di hadapan pimpinan rapat wakil ketua 1 DPRD Kutim Yulianus Palaringan didampingi Wakil Ketua II Ence UR Firgasih dan dihadiri anggota Forkominda, asisten Setkab Kutim serta pejabat dilingkungan Pemkab.
Terhadap konsep Desa Membangun melalui program peduli desa berupa penyaluran dana antara Rp2 miliar hingga Rp 5 miliar, Ismunandar menaruh harapan DPRD Kutim, untuk mendukung serta mengawal sebagaimana komitmen dalam RPJMD tahun 2016-2021 mendatang.
“Konsep desa membangun diharapkan mampu melaksanakan pembangunan secara insklusif dan merata serta dimulai dari desa sehingga pembangunan tidak menghasilkan daerah marginal,” katanya.
“Kami juga menaruh harapan DPRD Kutim untuk mengawal alokasi dana pembayaran utang pembangunan tahun 2016, sebagai dampak dari dinamika keuangan daerah yang berakibat defisit APBD tahun 2016,” imbuhnya.
Dikatakan Ismunandar, RAPBD ini disusun untuk menyelaraskan kebijakan ekonomi makro dan sumber daya yang tersedia, mengalokasikan sumber daya secara tepat sesuai kebijakan pemerintah dan mempersiapkan kondisi terhadap pelaksanaan pengelolaan anggaran dengan baik. (sab)