Dipublish: 17 Maret 2013, 21:22

Tahun Depan Hanya Satu Kompetisi

Logo-ISL_-300x216

Menpora: Tidak Ada Mafia di Sepakbola Indonesia

JAKARTA - Unifikasi liga menjadi salah satu agenda pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2013 di Hotel Borobudur, Jakarta kemarin. Peserta untuk kasta tertinggi kompetisi Indonesia terdiri dari 22 klub. Hasil KLB PSSI memutuskan musim ini kompetisi Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) akan berjalan masing-masing. Untuk musim depan, hanya ada satu kompetisi di kasta tertinggi Indonesia.

“Jadi, musim ini liga diputuskan berjalan sendiri-sendiri. Nanti, baru pada musim depan akan menjadi satu kompetisi. Ada 22 klub yang terdiri dari 18 klub ISL dan 4 klub IPL,” jelas Joko Driyono. “Untuk ISL, tetap ada promosi dan degradasi. Jadi, tiga klub yang degradasi nanti, akan diganti tiga klub promosi dari Divisi Utama ISL. Tiga klub promosi tersebut ditambah 15 klub yang bertahan di ISL akan diambil untuk kompetisi musim depan,” lanjutnya.

“Selanjutnya untuk IPL, hanya akan diambil empat klub teratas, kecuali klub-klub yang terlibat dualisme. Bila ada klub-klub dualisme menempati posisi 4 besar, maka akan diambil peringkat di bawahnya,” tambah Joko.

Untuk nama liga musim depan belum ditentukan. Sementara, pengelola liga musim depan akan dipegang penuh oleh PT Liga Indonesia. “Musim depan, nama pengelola liga bisa saja ganti. Tetapi, profilnya tetap PT Liga Indonesia saat ini. Semua akan dibahas pada kongres berikutnya. Sedangkan nama kompetisinya, mungkin saja ISL,” jelas Joko.

Sementara itu Menpora Roy Suryo yakin Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI bukan tanda kembalinya mafia ke persepakbolaan nasional. Roy meminta semua insan sepakbola untuk membuktikan hal tersebut. “Saya menerima ratusan SMS dari nomor-nomor yang tidak jelas. Baru saja. Dan semuanya menyalahkan saya, karena menyatakan bahwa saya mengembalikan mafia ke sepakbola,” aku Roy sebelum penutupan KLB kemarin.

Roy menilai penilaian tersebut datang dari pihak-pihak yang “kalah” di arena kongres. “Saya menganggap, kalau memang mau bertanding, kalau memang mau bersaing, ya di dalam kongres. Jangan malah menyebarkan isu di luar kongres yang membuat tidak kondusif,” ujarnya.

Roy pun mengajak kepada PSSI dan jajarannya untuk menjaga sepakbola Indonesia tetap bersih, khususnya dari pengaruh mafia. “Saya pesan saja, kepada para voter dan juga Pak Djohar, buktikan bahwa SMS-SMS yang masuk ke saya itu tidak benar. Kita menjaga agar PSSI tetap bersih,” ucap pria berkumis ini. “Kalau memang akan ada tuduhan mafia, kita buktikan bahwa kita bukan bagian dari mafia. Kita adalah bagian dari rakyat Indonesia yang bersih,” katanya. (ic/rtr)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger