Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
Tahun Ini, Kutim Mulai Bangun Rel

Tahun Ini, Kutim Mulai Bangun Rel


korankaltim
korankaltim
2016-10-11 07:00:56
SAMARINDA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak belum lama ini bertemu kedutaan besar Rusia guna membahas kerja sama pembangunan Kereta Api Borneo antara Rusian Railways dan Pemprov Kaltim.

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Rusia disebut sangat yakin dengan kesiapan Kaltim memulakan proyek pembangunan rel kereta api sepanjang 203 Kilometer (Km).

“Mereka diutus pemerintahnya untuk mengecek kesiapan Kaltim terkait proyek rel kereta api ini. Ternyata, mereka sangat puas, karena kita sudah siap,” ucap Awang, Senin (10/10).

Dalam kunjungan tersebut, Awang turut memboyong Bupati Penajam Paser Utama (PPU) Yusran Aspar, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar dan instansi terkait. Untuk pengerjaan fisik, saat ini sednag berlangsung pembangunan pelabuhan di PPU dengan beberapa Tekno Park.

“Sementara di Kutai Timur akan dimulai pembangunan rel kereta api, mereka prediksi akhir tahun sudah bisa dimulai membangun rel kereta api,” lanjut Awang.

Diketahui, pengerjaan konstruksi rel kereta api di jalur utara sepanjang 217 Kilometer. Pembangunan jalur kereta api ditarget tuntas pada tahun 2020, dimana untuk jalur selatan membentang dari PPU hingga Kutai Barat (Kubar) sepanjang 203 Km.

Proyek pembangunan rel kereta api memerlukan biaya USD 3,7 miliar, terdiri USD2,2 miliar untuk jalur selatan dan USD1,5 miliar untuk jalur utara.

Awang menyebut, proyek kereta api Borneo merupakan satu dari tiga investasi total senilai Rp72 triliun yang telah dilakukan pancang perdana Presiden Joko Widodo pada November 2015.

Pembangunan rel kereta api jalur utara tak akan berhenti hanya di Lubuk Tutung. Nantinya, jalur rel ini akan terhubung di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) yang berjarak 10 Km dari Lubuk Tutung.

“Tak ada masalah lagi soal lahan, sudah dibebaskan perusahaan. Perusahaan harus bersyukur, karena sangat diperlukan untuk pengangkutan mereka,” tutur Awang. (amb)

loading...

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
3 months ago | dibaca 429 kali
img