Tak Ada SPj, Jabatan Kepala Sekolah jadi Taruhan

0
3

SAMARINDA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdibud) Samarinda Asli Nuryadin kembali memberikan teguran kepada seluruh kepala sekolah se-Kota Tepian untuk segera menyelesaikan surat pertanggungjawaban (SPj)atas pemakaian dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Kota.
“Mulai besok (hari ini) saya me­ngumpulkan SPj masing-masing sekolah. Dari 397 sekolah di Samarinda, masih ada 20 persen sekolah belum mengumpulkan SPj atas penggunaan triwulan kedua. Bagaimana mau dicairkan anggaranya kalau SPj-nya saja belum diselesaikan,” kata Asli saat ditemui di kantornya Jalan Biola, Prevab, Kamis (6/10) kemarin.
Sekolah yang tidak bisa menyelesaikan SPj dalam waktu dekat akan mempengaruhi jabatan kepala sekolahnya. “Jelas kami berikan sanksi karena itu tandanya kepala sekolah tidak bisa menjalankan amanah dengan baik. Bisa saja kepala sekolahnya diganti, namun saat ini kami hanya memberikan sanksi sosial saja,” ungkapnya.
Sanksi bagi sekolah yang belum menyerahkan SPj berupa peringatan yang dapat dipantau oleh seluruh sekolah. “Saya ada grup whatsapp (media sosial) khusus untuk kepala sekolah. Jadi untuk memberikan teguran sosial, saya tampilkan nama-nama sekolah yang belum meyerahkan SPj. Dengan begitu beberapa sekolah lainnya bisa ikut menegur sekolah yang belum me­nuntaskan kewajibannya,” terangnya.
Asli memastikan pencairan dana Bosda tahun ini tidak ada pemangkasan meskipun pencairannya tidak tepat waktu. “Saat ini semua juga tahu anggaran defisit, tapi saya pastikan tidak ada pemangkasan apalagi pungutan karena ini sudah menjadi komitmen Walikota Syaharie Jaang untuk tidak memangkas apapun yang berhubungan dengan anggaran pendidikan,” tegas Asli. (ms315)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here