Breaking News
Home >> Politik >> Tak Nyaman di Perindo, Anggunawan Gabung ke Golkar

Tak Nyaman di Perindo, Anggunawan Gabung ke Golkar

TARAKAN – Po-litisi senior yang juga pebisnis di Kota Tarakan, Anggu-nawan kembali me-milih untuk ber-gabung ke Partai Golkar. Langkah ini bukan merupakan manuver politik untuk mendapatkan posisi sebagai Bakal Calon Walikota Tarakan, melainkan rasa kekecewaan dirinya dengan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang telah menjadikanya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kalimantan Utara.
Tak banyak orang yang kenal dengan Anggunawan saat masih bergabung bersama Golkar dari tahun 1973 – 2015. Namun, setelah dirinya menjabat sebagai Ketua DPW Perindo Kaltara, dia dikenal oleh masyarakat sebagai seorang politisi. Dia baru dua tahun menjabat sebagai Ketua DPW Perindo Kaltara.
Selain masalah kesehatan, silang pendapat dengan beberapa pengurus Perindo membuatnya tak nyaman hingga akhirnya memilih untuk mengundurkan diri. Tak butuh waktu lama untuk kembali mendapatkan tempat untuk berkarir politik karena keluar surat pengangkatanya sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Tingkat I Kaltara.
“Memang, saya di Golkar sejak 1973 sampai 2015 saya mengundurkan diri karena kemampuan saya sudah tidak memung-kinkan. Belum lama saya keluar dari Golkar ada surat panggilan ke Jakarta dari Perindo. Setelah ketemu Ketua Umum Perindo saya diberikan mandat untuk menjadi Ketua DPW Perindo Kaltara. Namun karena ada cekcok dan silang pendapat dengan beberapa kader saya memilih mengundurkan diri, lagipula saya juga lagi sakit,” terangnya, Selasa (11/10).
Meskipun mengaku tidak nyaman di Perindo, namun Anggunawan masih enggan untuk menyebutkan kader yang selama ini tidak mendukung kinerjanya. Dirinya hanya menyebutkan, bahwa ada beberapa kader yang sulit untuk diajak koordinasi.
“Setelah tidak di Perindo, tahu-tahu saya dipanggil kembali bergabung dengan Golkar tetapi sebagai pengurus DPD I di Kaltara. Saya sanggupi, tetapi jangan diposisikan sebagai bagian yang sibuk mengingat kondisi kesehatan yang tidak lagi seperti saat masih muda,” bebernya.
Lebih lanjut dikatakan Anggunawan, dirinya juga ditunjuk Golkar sebagai tim pemenangan Pemilihan Umum (Pemilu) baik tingkat daerah maupun pusat. Sehingga dirinya juga harus melakukan koalisi dengan berbagai parpol yang ada di Kaltara.
“Kalau jadi wakil ketua kan tidak terlalu sibuk, tetapi sebagai ketua tim pemenangan ini yang berat dan menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Begitu saya keluar dari Perindo, terdapat beberapa kader lainya yang ikut dengan saya untuk bergabung ke Golkar,” ungkapnya.
Meskipun mendapatkan posisi yang strategis di Golkar, namun Anggunawan memastikan bahwa dirinya tidak akan terjun atau mencalonkan diri sebagai bakal calon kepala daerah. Dirinya akan lebih memfokuskan diri pada bisnis yang selama ini dia geluti.
“Saya tidak akan mengincar posisi untuk maju sebagai kandidat bakal calon, tugas saya lebih fokus ke bisnis saja. (yan)