Breaking News
Home >> OTOMOTIF >> Taksi Online Tak Boleh di Bawah 1.300cc
ILUSTRASI
ILUSTRASI

Taksi Online Tak Boleh di Bawah 1.300cc

Ayla, Agya, Go Panca, Dilarang “Narik” Penumpang

SEIRING dengan menjamurnya taksi online, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan Peraturan Menteri (PM) Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek.
Salah satu aturan tersebut adalah taksi online merupakan mobil bermesin minimal 1.300 cc. Pada Pasal 18 Ayat (1) disebutkan, pelayanan angkutan sewa sebagaimana dimaksud Pasal 11 Huruf e merupakan pelayanan angkutan dari pintu ke pintu yang disediakan dengan cara menyewa kendaraan dengan atau tanpa pengemudi.
Kemudian, pada Ayat 2 huruf g berisi mengenai batas kubikasi mesin mobil, yakni menggunakan kendaraan mobil penumpang umum minimal 1.300cc.
Namun berbeda halnya dengan taksi regular yang diperbolehkan menggunakan mobil bermesin 1.000 cc. Aturan tersebut tertuang di Pasal 8 Ayat (2). “Pelayanan angkutan orang dengan menggunakan taksi reguler sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf a merupakan taksi yang menggunakan kendaraan dengan batasan 1.000 cc sampai dengan 1.500 cc dan dengan fasilitas standar pada kendaraan.
Sekadar informasi, pada pertengahan Maret 2016, Kemenhub mengeluarkan payung hukum yang mengizinkan beroperasinya angkutan berbasis teknologi informasi. Saat ini para pemain taksi online adalah GrabCar, Go-Car, dan Uber.
Payung hukum tersebut berupa PM Nomor 32 Tahun 2016 yang telah ditandatangani Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada 1 April 2016, dan resmi berlaku pada 1 Oktober 2016.
Namun, mengingat masih banyaknya taksi online yang belum memenuhi persyaratan dalam aturan tersebut, taksi online masih diberikan kelonggaran untuk mengurus persyaratan.
Saat ini mobil-mobil yang banyak digunakan sebagai taksi online adalah jenis low cost green car (LCGC) yang kapasitas mesinnya 1.000 sampai 1.200 cc, di antaranya Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Datsun GO Panca, dan GO+ Panca. (okc)